rasa tendangan bayi dalam perut

Bagaimana Rasanya Tendangan Bayi dalam Perut?

Banyak ibu yang baru hamil penasaran mengenai bagaimana rasanya tendangan bayi. Sebenarnya, bayi bergerak sejak awal sekali. Namun, sulit bagi ibu untuk merasakannya. Gerakan baru bisa dilihat sejak enam hingga delapan minggu kehamilan lewat bantuan USG.

Gerakan itu terlalu kecil, dan bunda biasanya baru merasakan di sekitar usia 20 minggu kehamilan. Jika gerakannya tak terasa, mungkin itu disebabkan posisinya. Beda jika ibu sudah pernah hamil, atau tinggal di tempat yang sangat tenang. Ibu mungkin bisa merasakannya pada usia 17 hingga 18 minggu.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah beberapa pertanyaan yang biasanya diajukan ibu hamil tentang tendangan bayi.

Bagaimana Rasanya Gerakan Bayi?

Sebagian besar ibu menggambarkan gerakan pertama bayi itu seperti getaran, mungkin seperti kepakan kupu-kupu. Gerakannya terlalu lembut sehingga ibu salah mengiranya sebagai gelembung gas. Lama kelamaan, barulah terasa seperti tendangan.

Antara 24 hingga 28 minggu kehamilan, gerakan itu menjadi kuat. Orang lain bisa merasakannya jika mereka meletakkan tangan ke perut ibu. Bahkan tonjolan siku atau kakinya bisa terlihat pada perut.

Apa yang Dia Lakukan Jika Bergerak?

Gerakan-gerakan pertama bayi adalah gerakan besar semacam merentangkan kaki dan tangan. Saat sistem sarafnya terbentuk, bayi mulai cegukan di sekitar usia 11 minggu. Ibu tak akan merasakan gerakan cegukan itu hingga lama kemudian.

Sebagian ibu bisa merasakan gerakan besar, seperti bayi berubah posisi. Jika terasa sodokan di tulang rusuk yang tiba-tiba menghilang, bisa jadi bayi dalam posisi melintang. Kepalanya lah yang menekan rusuk. Jika dia berbalik 180 derajat, sang bayi akan siap dilahirkan.

Sakitkah Ibu ketika Bayi Bergerak?

Wajar jika ibu kadang kesakitan saat bayi bergerak. Terutama jika tangan atau kaki bayi  menekan rusuk atau perut. Rasa sakit itu bisa terasa ringan ataupun tajam. Atau malah tidak terasa sama sekali.

Jika sulit membedakan apakah rasa sakit di perut atau dada itu gerakan bayi atau bukan, konsultasikan pada dokter. Anda perlu mengecek apakah itu ternyata gangguan kesehatan semacam emboli paru atau lepasnya plasenta (abrupsi plasenta).

Seberapa Sering Bayi Bergerak?

Awalnya, gerakan bayi hampir tak bisa dirasakan, namun sesekali terasa tanpa waktu yang menentu. Tetapi menginjak trimester tiga, gerakannya menjadi rutin. Jika gerakan berkurang, Anda bisa menghubungi dokter. Normalnya, minimal 10 gerakan bisa dirasakan dalam sehari. Ibu juga bisa berkonsentrasi selama satu jam, dan merasakan tiga hingga empat gerakan dalam satu periode itu.

Kapan Perlu Menghubungi Dokter?

Tendangan bayi kadang bisa diprediksi. Misalnya, ada yang lebih banyak gerak di pagi hari atau sebaliknya. Jika dirasa tak ada gerakan, coba berbaring menyamping dan meletakkan tangan pada perut. Jika terasa dua gerakan selama setengah jam, bisa jadi tak ada masalah.

Jika tak ada gerakan, segera hubungi dokter. Semakin besar kehamilan, semakin bayi sedikit bergerak karena ruang geraknya yang makin sempit.

Bagaimana Jika Bayi Sedikit Bergerak?

Bayi yang sedikit bergerak dapat mengindikasikan tanda plasenta tidak cukup memberikan asupan oksigen dan nutrisi. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan bayi, bahkan yang paling berbahaya adalah menyebabkan bayi lahir mati. Berkurangnya gerakan adalah sesuatu yang serius dan Anda harus segera memeriksakan diri.

Dokter perlu memeriksa detak jantung bayi dan menjalankan USG untuk memastikan plasenta berfungsi dengan baik. Yang terpenting apakah bayi dalam keadaan sehat.

Parenting Read More