Bronkitis: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyakit bronkitis terjadi karena peradangan dan pembengkakan di bagian tenggorokan. Saluran pada tenggorokan terganggu disebabkan karena jumlah lendir yang terkumpul  di dalam tenggorokan lebih banyak dari biasanya.

Penyakit bronkitis dialami ketika trakea memproduksi lendir untuk menangkap debu dan partikel lain sehingga menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. Jika saluran pada pernapasan terhambat karena lendir yang terkumpul, cara mengeluarkan lendir adalah dengan batuk.

Penyakit bronkitis dibagi menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronik. Bronkitis akut terjadi disebabkan karena saluran pernafasan yang terhambat oleh infeksi, bisa disebabkan karena virus. Bronkitis kronik merupakan penyakit yang lebih serius dari bronkitis akut. Penyakit tersebut terjadi karena adanya iritasi atau peradangan pada cabang tenggorokan yang biasanya disebabkan karena merokok.

Bronkitis akut dan bronkitis kronik bisa terjadi pada siapa saja. Namun penyakit bronkitis akut biasanya terjadi pada anak di bawah 5 tahun, sedangkan penyakit bronkitis kronik terjadi pada orang-orang di usia 40an.

Gejala Bronkitis

Gejala-gejala yang kemungkinan dialami manusia ketika mereka terkena penyakit bronkitis antara lain:

  • Batuk-batuk yang mengeluarkan warna lendir yang berbeda (putih, hijau, atau kuning).
  • Sesak nafas.
  • Kadang-kadang mengeluarkan suara siul ketika bernafas.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Bersin-bersin.
  • Kelelahan.
  • Rasa nyeri pada dada.

Gejala yang disebabkan penyakit bronkitis akut tidak terlalu serius, hanya berlangsung selama sekitar satu minggu. Gejala yang disebabkan penyakit bronkitis kronik adalah penyakit yang lebih serius karena berlangsung selama 3 bulan atau lebih.

Penyebab Bronkitis

Penyakit bronkitis disebabkan karena faktor sebagai berikut:

  1. Virus

Virus adalah penyebab utama terjadinya penyakit bronkitis. Virus tidak hanya berpotensi menyebabkan gejala flu, namun bronkitis juga bisa dialami oleh sebagian orang. Virus menyebar dalam jutaan partikel ke udara ketika manusia bersin.

  • Polusi udara

Polusi udara adalah salah satu penyebab terjadinya penyakit bronkitis. Polusi yang tersebar di udara bisa berupa asap kendaraan, debu, bahkan gas beracun di sebagian tempat kerja.

  • Merokok

Salah satu penyebab terjadinya penyakit bronkitis secara umum adalah merokok. Zat adiktif yang ada pada kandungan rokok mengakibatkan radang tenggorokan. Orang-orang yang mudah berpotensi mengalami penyakit bronkitis adalah perokok berat.

Pengobatan

Anda dapat mencegah penyakit bronkitis dengan menggunakan obat. Obat yang dianjurkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah obat parasetamol atau ibuprofen. Anda sebaiknya tidak menggunakan obat antibiotik karena tidak membantu menjaga daya tahan tubuh.

Anda sebenarnya juga tidak perlu menggunakan obat untuk mengatasi penyakit bronkitis akut karena penyakit tersebut akhirnya akan sembuh sendiri. Namun jika Anda mengalami bronkitis kronik, kemungkinan akan membutuhkan perawatan khusus.

Cara-cara mengatasi penyakit bronkitis dapat dilakukan secara alami. Anda hanya perlu:

  • Minum yang banyak agar mencegah dehidrasi dan menjaga daya tahan tubuh.
  • Berolahraga secara teratur setiap minggu supaya menjaga kesehatan tubuh.
  • Konsumsi makanan yang sehat berupa buah-buahan dan sayuran.
  • Jangan merokok, khususnya bagi Anda yang perokok berat karena mudah terkena penyakit bronkitis.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun untuk mencegah kuman menyerang ke dalam tubuh.
  • Jika Anda rentan terhadap polusi, Anda sebaiknya memakai masker untuk mencegah asma.

Perawatan

Jika Anda terus mengalami penyakit bronkitis, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter. Anda mungkin punya efek samping yang mengakibatkan gejala tertentu sehingga gejala yang dialami memburuk penyakit bronkitis.

Kemungkinan efek samping yang dialami antara lain:

  • Suhu tubuh tinggi selama lebih dari 3 hari, kemungkinan terjadi pneumonia.
  • Batuk lendir berlumuran darah.
  • Kondisi jantung yang lemah.
  • Anda cenderung terengah-engah ketika bernafas.

Jika Anda mengalami efek samping seperti di atas, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan diagnosis pada tubuh Anda yang meliputi x-ray (untuk pneumonia), pemeriksaan dahak, dan pemeriksaan fungsi pada paru-paru (jika berpotensi asma).

Selain itu, dokter juga menyarankan untuk mengkonsumsi obat antibiotik jika orang-orang mengalami bronkitis. Namun, penggunaan antibiotik khusus:

  • Orang yang mengalami gejala pneumonia.
  • Orang yang memiliki penyakit jantung, ginjal, atau paru-paru.
  • Orang yang memiliki kekebalan tubuh atau sistem imun yang lemah.
Penyakit Read More

Mengenal NICU, Layanan Unggulan Rumah Sakit Annisa

Dulunya merupakan sebuah Rumah Bersalin, sebelum berkembang dan berganti nama menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak, dan akhirnya berganti nama menjadi Rumah Sakit Annisa, rumah sakit yang terletak di Cikarang Utara, kota Bekasi ini memiliki 2 layanan unggulan, yaitu Pelayanan Ibu dan Anak serta Pelayanan Kecelakaan Kerja dan Kegawatdaruratan. Rumah sakit yang diresmikan pada tanggal 19 November 2002 ini telah melayani banyak pelanggan, baik yang berasal dari Cikarang maupun daerah lain di luar kota Bekasi. Rumah sakit ini memiliki 135 tempat tidur dan ruang perawatan dalam beragam jenis untuk melayani kebutuhan layanan kesehatan pelanggannya. Salah satu ruang perawatan tersebut adalah NICU, yang memiliki kepanjangan Neonatal Intensive Care Unit, yaitu sebuah ruang perawatan intensif bagi bayi yang baru lahir. Apa saja tipe prosedur di ruang perawatan intensif pada umumnya? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Apa pentingnya NICU?

Di Rumah Sakit Annisa, disediakan NICU atau Neonatal Intensive Care Unit, yang mana merupakan sebuah ruang perawatan khusus dan intensif yang disediakan untuk bayi baru lahir yang memiliki masalah atau gangguan kesehatan tertentu. Seperti yang kita ketahui, kelahiran merupakan suatu hal atau proses yang kompleks. Akan ada banyak perubahan yang dialami oleh bayi saat dia berusaha beradaptasi hidup di luar rahim. Keluar dari rahim ibu berarti mereka tidak lagi bergantu pada plasenta sang ibu untuk melakukan fungsi-fungsi tubuh penting seperti bernapas dan makan. Sesaat setelah bayi lahir, ada beberapa perubahan besar yang terjadi seperti paru-paru harus diisi udara sehingga dapat menyediakan oksigen bagi sel-sel tubuh, sistem peredaran darah akan berubah sehingga darah dan nutrisi dapat didistribusikan ke seluruh bagian tubuh, sistem pencernaan akan memulai pencerna makanan dan mengeluarkan limbah atau kotoran, serta hati dan sistem kekebalan tubuh harus mulai bekerja secara mandiri.

Sayangnya, beberapa bayi mungin akan kesulitan dalam melakukan penyesuaian-penyesuaian tersebut di atas. Hal tersebut biasanya akan terjadi apabila seorang bayi lahir secara premature, yang artinya lahir sebelum mencapai usia 37 minggu di dalam kandungan, memiliki berat badan saat lahir yang lebih kecil dari rata-rata, dan saat anak membutuhkan perhatian medis khusus akibat kondisi kesehatan tertentu. Di silah NICU berperan penting dalam memberikan perhatian medis khusus. Neonatal Intensive Care Unit Rumah Sakit Annisa memilii teknologi penunjang yang  canggih dan modern serata didukung oleh tenaga medis profesional dari banyak spesialisai dan subspesialisasi untuk meneydiakan perawatan khusus yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir. Melahirkan anak secara premature dapat menjadi kejutan yang tidak diharapkan oleh banyak orang tua. Dan melihat berbagai macam peralatan, mendengar suara-suara aneh di Neonatal Intensive Care Unit mungkin terlihat mengkhawatirkan bagi ibu. Namun, prosedur-prosedur yang dilakukan di NICU seperti pemeriksaan pemindaian sinar-X, ultrasound, tes darah dan urin, tranfusi darah, prosedur untuk memeriksa cairan, dan prosedur-prosedur lain penting dilakukan agar bayi baru lahir dapat mendapatkan perawatan yang tepat.

Semua perawatan khusus bagi bayi baru lahir tersebut tersedia di Rumah Sakit Annisa melalui salah satu program layanan unggulannya, yaitu NICU. Dengan para dokter dan tenaga medis berpengalaman serta profesional, dan didukung peralatan yang canggih dan modern untuk membantu proses perawatan saat berlangsung, bayi yang lahir premature atau memiliki gangguan kesehatan tertentu akan mendapatkan perawatan kesehatan terbaik.

Rumah Sakit Read More

Jerawat di Dagu, Tanda Kamu Terserang Penyakit

Jerawat di wajah memang masalah yang menjengkelkan. Tidak mengenal usia, jerawat bisa muncul kapan saja dan pada siapa saja mau laki-laki dan perempuan. Secara umum, jerawat muncul karena penyumbatan pada folikel rambut di kulit. Biasanya jerawat bisa diatasi dengan melakukan perawatn waj dan tambahan krim penghilang jerawat.

Deretan perawat wajah dilakukan demi terhindarnya jerawat muncul. Meskipun jerawat tidak membahayakan, namun perlu diwaspadai jika ada jerawat tumbuh di dagu dan tidak bisa hilang meski sudah melakukan segala perawatan. Jerawat di dagu bisa menjadi petanda kamu terserang penyakit, yuk simak selengkapnya.

Penyebab utama jerawat muncul di dagu adalah perubahan hormon pada tubuh seseorang. Perubahan hormon biasanya terjadi pada sesorang saat mengalami masa pubertas, menstruasi, kehamilan dan menopause. Selain hormon, jerawat di dagu juga dikarenakan meningkatnya sebum atau minyak yang berlebih pada wajah sehingga menyebabkan jerawat di dagu sulit dihilangkan.

Hal yang paling penting dari jerawat di dagu adalah kurang seimbangnya fungsi organ ginjal. Kekurangan cairan pada tubuh dapat menyebabkan fungsi organ ginjal menjadi tidak seimbang. Jika sudah muncul jerawat di dagu, sebaiknya kamu waspada dan memperhatikan kondisi kesehatan tubuhmu. Untuk menghindari masalah jerawat di dagu kamu, lakukanlah hal-hal seperti berikut:

Hindari Dehidrasi

Kulit yang berjerawat bisa dikarenakan tubuh yang kekurangan cairan. Kamu dianjurkan untuk banyak minum air putih. Minumlah air putih dua liter perhari dan kamu bisa mengonsumsi buah-buahan segar yang mengandung banyak air dan serat. Jika cairan dalam tubuh terpenuhi, wajah akan sehat dan terhindar dari jerawat.

Olahraga Rutin

Selain memnuhi kebutuhan cairan, tubuh juga perlu berolahraga. Olahraga secara rutin bisa memperlancar sistem aliran darah di tubuh mengalir dengan baik. Olahraga bisa menghindari tubuh dari berbagai serangan penyakit khususnya masalah jerawat. Selain waktu olahraga, pola makan juga harus dijaga karena makanan juga menjadi salah satu faktor munculnya permasalahan di wajah.

Bersihkan Wajah Secara Teratur

Jerawat bisa membuat seseorang menjadi kurang percaya diri. Oleh karena itu, rajin-rajinlah membersihkan dan merawat wajah. Membersihkan dan merawat wajah bisa kamu lakukan secara rutin dengan bahan-bahan alami. Selain harga yang terjangkau, bahan-bahan alami dipercaya bisa mengurangi masalah jerawat dana man untuk kulit. Sebaiknya kamu pahami juga tipe kulit wajahmu agar disesuaikan dengan bahan-bahan yang dipakai.

Hindari Makanan Berlemak

Makanan yang berlemak dan junk food juga bisa menjadi penyebab jerawat di wajah. Kandungan minyak dan garam berlebih bisa membuat tubuh menjadi tidak sehat dan wajah akan terlihat kusam, berminyak dan timbul jerawat. Kamu bisa menyiasatinya dengan mengganti makanan yang berlemak dengan makanan sehat penuh gizi. Pililah sayuran dan buah-buahan segar, selain itu hindari minuman soda, alkohol dan merokok.

Hindari stres

Stres karena pekerjaan juga bisa menyebabkan jerawat muncul lho! Ketika kamu mengalami stres yang cukup tinggi , hormon glukokotikoid yang terdapat dalam tubuh juga meningkat. Meningkatnya hormon inilah yang dapat mengganggu kesehatan kulit dan membuat jerawat muncul di wajah.

Jerawat memang masalah wajah yang sudah umum yang sering dialami khususnya pada wanita. Meskipun jerawat bukan penyakit yang mengerikan, namun jika jerawat di wajah semakin parah dan tidak kunjung hilang jika sudah diobati, ada baiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Itulah penjelasan singkat terkait jerawat di dagu. Semoga menambah wawasanmu.

Kesehatan Kulit Read More