Nyaman Saat Lari? Ini Cara Memilih Sepatu Lari yang Cocok!

Lari merupakan olahraga yang paling sering dan mudah dilakukan. Selain karena mudah, olahraga ini pun bisa dilakukan di mana saja dan kapan pun. Namun, tahukah Anda jika pemilihan sepatu sangat penting untuk olahraga ini?

sepatu lari

Jika Anda salah memilih sepatu untuk lari, maka kemungkinan cedera pun semakin tinggi saat Anda melakukan olahraga tersebut. Tidak hanya itu, sepatu yang nyaman dapat membuat olahraga pun merasa nyaman. 

Cara memilih sepatu lari

Berikut beberapa poin yang perlu Anda perhatikan saat memilih sepatu lari yang pas dan terasa nyaman. 

  1. Pertimbangkan ke mana Anda berencana lari

Hal ini perlu dilakukan untuk menentukan sepatu seperti apa yang akan Anda pilih. Misalnya saja sepatu untuk lari di lintas alam atau perbukitan tentu berbeda saat Anda akan lari di jalanan biasa. 

Sepatu lari di jalan raya, dirancang untuk menginjak suatu yang keras dan sesekali terjun ke permukaan yang padat dengan sedikit ketidakteraturan. Pilih sepatu yang:

  • Ringan dan fleksibel, mereka dibuat untuk melindungi atau menstabilkan kaki selama langkah berulang pada permukaan yang keras dan rata. 
  • Sepatu lari di jalan raya harus memiliki sol yang lebih rata dan lebih halus untuk menciptakan permukaan yang konsisten untuk berlari di jalan beraspal. 

Sepatu lari, dirancang untuk rute off-road dengan bebatuan, lumpur, akar, atau rintangan lainnya. 

  • Mereka memiliki lug atau sol yang lebih besar daripada sepati lari di jalan raya untuk pegangan yang lebih baik di medan yang tidak rata. 
  • Anda dapat memilih sepatu yang kadang dilapisi dengan plat di bawah kaki untuk membantu melindungi kaki Anda dari batu atau benda tajam lainnya. 
  • Sepatu yang dikhususkan untuk lari di rute off-road biasanya lebih kaku dibagian sol bawah yang akan melindungi kakai saat melintas pada jalur yang kasar atau permukaan tidak rata, atau bebatuan di bukit. 
  1. Jangan memilih sepatu karena warnanya

Hal lain yang perlu Anda lakukan saat memilih sepatu lari adalah jangan terpaku pada warna nya saja atau berdasarkan penampilan terlebih dahulu. Utamakan hal-hal penting terlebih dahulu yang sesuai dengan kabutuhan kaki Anda. 

  1. Jangan tergiur harga yang murah

Sepatu lari dengan kualitas yang baik tentu memiliki harga yang juga tidak murah, terlebih lagi jika sepatu tersebut dari brand tertentu yang khusus mengeluarkan sepatu khusus lari. Jadi, jangan tergiur oleh harga sepatu yang murah, tetapi kualitasnya tidak terjamin. Hal tersebut justru bisa melukai kaki saat berlari. 

  1. Pilih ukuran yang pas

Memilih sepatu lari jangan terlalu ketat,namun harus pas. Pastikan ada sedikit celah untuk di bagian depan sepatu lari Anda, namun jangan menyisakan terlalu banyak celah. 

Apa yang Anda inginkan dari sepatu?

Saat memilih sepatu untuk lari, kenyamanan memang yang paling utama. Namun, Anda pun bisa memilih sepatu yang sesuai dengan keinginan Anda dan kenyamanan sesuai dengan kebutuhan kaki Anda. 

Bantalan. Sepatu lari memiliki bantalan yang tipis, sedang maupun agak tebal. Nah, Anda dapat memilih sepatu dengan bantalan yang sesuai dengan kebutuhan. Apakah Anda perlu tambahan bantalan di bawah kaki atau tidak. 

Ada beberapa sepatu yang memiliki bantalan lebih tinggi di bawah kaki, yang dapat membuat Anda merasa nyaman saat berlari atau jalan sekalipun. Untuk sepatu lari, Anda pun perlu mempertimbangkan bantalan tersebut. 

Pastikan sepatu pas saat dikenalan. Jadi, saat Anda memilih sepatu harus pas untuk ukuran dan kenyamanannya. Jangan pilih sepatu yang agak kebesaran ataupun terlalu pas yang bisa menyebabkan kaki kesempitan. 

Bagaimana, tidak sulit bukan cara memilih sepatu lari yang sesuai dengan kebutuhan kaki Anda. Beberapa cara memilih sepatu di atas dapat Anda ikuti agar terhindari dari risiko saat berlari. Jadi, jangan salah memilih sepatu lari ya!

Uncategorized Read More
Ketahui 8 Penyebab Jenggot Gatal Berikut Ini

Ketahui 8 Penyebab Jenggot Gatal Berikut Ini

Bagi pria yang memiliki jenggot, tentu pernah mengalami jenggot gatal bahkan terasa tak tertahankan. Kondisi ini tentu saja membuat Anda merasa tidak nyaman, hingga mengganggu aktivitas harian Anda.

Jenggot gatal bisa saja disebabkan oleh adanya kondisi serius yang harus Anda cari tahu. Ada beberapa penyebab jenggot gatal, mulai dari yang normal hingga yang parah. 

Penyebab Jenggot Gatal yang Perlu Anda Tahu

Berikut beberapa penyebab brewok terasa gatal di semua kondisi, mulai dari penyebab ringan hingga parah. Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. Rambut Tumbuh ke Dalam

Ingrow hair atau rambut tumbuh ke dalam merupakan penyebab jenggot menjadi gatal. Kondisi ini terjadi karena folikel rambut terhambat oleh sel kulit mati. Sehingga, ketika Anda mencukur brewok, rambut tersebut akan tumbuh justru mengarah ke dalam folikel. 

Akibat kondisi ini, folikel rambut akan meradang dan jenggot menjadi gatal. Biasanya jenggot gatal akibat pertumbuhan rambut ke dalam ini sering terjadi pada pria dengan tipe rambut keriting.

Ketika nantinya Anda merasakan jenggot gatal, kemerahan, bahkan terasa nyeri di area tersebut setelah mencukur, kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi ini. Sehingga Anda perlu waspada, jika ada rambut brewok yang malah tumbuh bukan ke arah yang seharusnya. 

  1. Pertumbuhan Jenggot Setelah Dicukur

Setelah mencukur jenggot pun, akan terasa gatal akibat dari proses pertumbuhan rambut brewok tersebut. Jika gatal disebabkan karena hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan kondisi ringan. 

Kenapa menjadi gatal? Sebab, setelah mencukur, di bagian ujung rambut akan bertekstur tajam dan akan terus berada di dalam folikel rambut hingga rambut jenggot tumbuh. Pada proses inilah, ujung rambut yang tajam akan menggores folikel yang menyebabkan munculnya rasa gatal. 

  1. Kulit Kering dan Sensitif

Kulit kering juga bisa menyebabkan jenggot menjadi gatal dan membuat tidak nyaman. Kulit kering tidak hanya dialami oleh wanita namun juga pria, termasuk pria berjenggot. Selain karena cuaca dan udara kering, kulit kering juga bisa disebabkan oleh seringnya mencuci wajah dengan air panas. 

Bagi pemilik wajah kering juga harus ekstra hati-hati memiliki sabun pembersih wajah maupun produk perawatan kulit lainnya. Agar produksi minyak pada kulit tidak semakin berkurang dan memperparah kondisi kulit dan menyebabkan brewok menjadi gatal. 

  1. Folikulitis

Folikulitis adalah kondisi ketika folikel rambut di bagian jenggot meradang. Folikulitis ini bisa menyebabkan jenggot menjadi gatal.

Penyebab folikulitis ini ada beragam, seperti infeksi bakteri, parasit, jamur, hingga virus. Peradangan folikel ini juga bisa disebabkan oleh penyumbatan folikel rambut akibat pertumbuhan rambut ke dalam dan penyebab lainnya. 

Ciri-ciri folikulitis di area jenggot ini adalah kulit menjadi kemerahan, lepuhan berisi nanah, dan juga terasa nyeri ketika disentuh.

  1. Eksim Seboroik

Eksim atau dermatitis seboroik juga menjadi salah satu penyebab brewok terasa gatal. Eksim seboroik ini adalah kondisi di mana kulit terasa gatal, merah, hingga menimbulkan sisik yang biasanya muncul di area kulit kepala alias ketombe. 

Nah, eksim seboroik ini juga mungkin terjadi di area jenggot, umumnya pada pria dengan jenis kulit berminyak. Ketika jenggot terasa gatal, biasanya serpihan kulit berupa ketombe ini akan jatuh ketika Anda menggaruknya.

  1. Infeksi Jamur

Jenggot terasa gatal juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur di area wajah. Jamur yang menjadi penyebabnya adalah sejenis jamur dermatofita atau tinea barbae. Ciri-ciri jika terjadi infeksi jamur adalah kulit akan terasa gatal, meradang, memerah, dan berkerak di area mulut, dagu,  hingga pipi. 

  1. Pseudofolliculitis Barbae

Jika folikulitis terjadi ketika folikel meradang akibat pertumbuhan rambut ke dalam, maka pseudofolliculitis barbae ini disebabkan oleh penggunaan pisau cukur yang kurang tepat dan tidak bersih. Sehingga pisau cukur tersebut membuat kulit iritasi. 

  1. Kutu Rambut

Jangan salah, kutu rambut tidak hanya muncul di area kepala saja, melainkan juga bisa muncul di area jenggot. Kutu ini juga bisa menyebabkan jenggot gatal dan menjadi tidak nyaman. 

Kutu rambut bisa saja muncul akibat tidak menjaga kebersihan diri. Bisa juga karena ditularkan oleh orang lain saat Anda berinteraksi dengannya. Misalnya menggunakan handuk atau sisir yang sama.

Kesehatan Pria Read More
Kepala Bayi Panas Tapi Tidak Demam? Mungkin Ini Penyebabnya

Kepala Bayi Panas Tapi Tidak Demam? Mungkin Ini Penyebabnya

Sebagai orang tua, memperhatikan kondisi kesehatan bayi tentu menjadi tujuan utama Anda. Ketika Anda merasakan kepala bayi panas, Anda mungkin khawatir bayi mengalami demam. Tapi, setelah dicek, suhu tubuh bayi ternyata masih normal.

Bila hal ini terjadi, Anda tidak perlu khawatir. Kepala bayi yang panas tidak selalu menandakan bahwa bayi mengalami demam. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan hal ini. 

Hal-hal yang menyebabkan kepala bayi panas

Sebenarnya, saat Anda merasakan ada yang berbeda dengan kondisi bayi, sebaiknya bawalah bayi ke dokter untuk melalui pemeriksaan lebih lanjut. Tapi, sebelum itu, Anda juga perlu mengetahui hal-hal yang bisa menyebabkan kepala bayi panas, seperti: 

  • Efek menangis 

Panas pada kepala bayi mungkin timbul setelah bayi lelah menangis. Hal ini biasanya terjadi apabila bayi Anda menangis dengan keras dan dalam jangka waktu yang lama.

Terlalu banyak menangis bisa memicu peningkatan suhu tubuh bayi, khususnya pada area kepala. Selain itu, menangis juga bisa menyebabkan wajah bayi memerah. 

Dalam beberapa kasus, ini bisa juga disebabkan oleh demam. Tapi, terkadang peningkatan suhu dan perubahan warna wajah yang memerah pada bayi bisa juga disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya, seperti gangguan pencernaan yang menyebabkan sakit perut. 

  • Bayi bersemangat

Saat bayi Anda bersemangat, suhu tubuhnya juga bisa saja mengalami peningkatan. Hal ini secara khusus akan terjadi ketika bayi merasa sangat bahagia, banyak tertawa, dan tersenyum.

Terkadang, bayi bisa tiba-tiba menjadi bersemangat tanpa sebab khusus. Ketika bersemangat, bayi cenderung lebih banyak bergerak karena merasa bosan. Banyaknya gerakan yang dilakukan bayi akan berujung pada kepala yang memanas.

Penyebab peningkatan suhu bayi setelah banyak bergerak sama seperti pada orang dewasa sehabis berolahraga. Untuk meredakannya, Anda bisa mencoba menenangkan bayi dengan mengajak bayi bicara, membacakan cerita, menyanyikan lagu, dan lain sebagainya. 

  • Tumbuh gigi

Tumbuh gigi adalah salah satu alasan utama kepala bayi panas. Proses pertumbuhan gigi akan dimulai sejak bayi berusia kurang lebih dua bulan. Tapi, gigi pertama sang  bayi tidak akan benar-benar muncul dan terlihat sebelum bayi mencapai usia enam bulan.

Baik pada orang dewasa maupun bayi, proses tumbuh gigi bisa menyebabkan demam. Kondisi ini merupakan hal yang wajar terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. 

Peningkatan suhu tubuh bayi saat tumbuh gigi juga tidak selalu berarti demam. Bisa saja, hal itu terjadi karena bayi sedang berada di bawah stres yang muncul akibat proses tumbuh gigi. 

  • Pakaian yang tebal

Apabila Anda memakai pakaian yang tebal dan berlapis-lapis pada bayi, kepala bayi Anda rentan mengalami peningkatan suhu. Bahkan, dalam suhu ruangan yang dingin sekalipun, memakaikan pakaian tebal bisa membuat kepala bayi panas.

Pada dasarnya, pakaian yang tebal dan hangat bisa membuat suhu tubuh manusia menjadi lebih hangat dari biasanya. Hal ini normal terjadi, bahkan pada orang dewasa sekalipun.

Tidak hanya pakaian yang tebal, memakaikan topi pada kepala bayi juga bisa menyebabkan peningkatan suhu di kepala bayi. Terlebih lagi, jika topi dipakaikan dalam durasi yang cukup lama. 

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi pemicu kepala bayi panas. Panas yang Anda rasakan di kepala bayi tidak selalu berbahaya. Namun, jika kondisi berlangsung cukup lama dan parah, Anda mungkin perlu membawa bayi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Parenting Read More

Setitik Cahaya dalam Khazanah Pengobatan Distrofi Miotonik

Anatomi tubuh manusia dirancang sedemikian rupa untuk mendukung dan memungkinkannya melakukan begitu banyak aktivitas yang melibatkan gerakan. Berbicara mengenai gerak, gerakan, atau bergerak dalam kehidupan manusia, kita akan bersinggungan dengan otot. Peran otot sangat vital sehingga jika terjadi masalah padanya, maka bermasalah pula tubuh seorang manusia. Distrofi miotonik mungkin hanya satu dari beragam masalah otot lain yang bisa membatasi fungsi tubuh manusia.

Distrofi miotonik masuk ke dalam kelompok gangguan distrofi otot. Distrofi otot membuat otot penderita mengalami kelemahan atau berkurangnya massa otot. Terdapat dua jenis distrofi miotonik, yaitu tipe 1 dan 2.

Gejala kedua tipe ini mirip, namun tipe 2 cenderung lebih ringan dibandingkan tipe 1. Sementara yang membedakannya adalah letak mutasi genetiknya. Penderita distrofi miotonik tipe 1 cenderung mengalami masalah pada otot kaki, tangan, leher, dan wajah. Sedangkan distrofi miotonik tipe 2 biasanya menyebabkan masalah pada leher, bahu, siku, dan panggul.

Secara garis besar, penyebab distrofi miotonik adalah mutasi genetik. Artinya, masalah ini berkaitan langsung dengan silsilah atau garis keturunan dari orang tua ke anaknya. Hal ini disebabkan oleh fondasi molekul dari kondisi tersebut yang disebabkan oleh mutasi yang dinamis; ekspansi ulangan triplet, di mana tiga pasangan basa DNA hadir dalam jumlah salinan yang berbeda. Dalam populasi umum orang memiliki 5-30 salinan dari urutan DNA ini.

Pada pasien dengan distrofi miotonik, segmen khusus DNA ini menjadi lebih besar daripada populasi umum, seringkali dengan ratusan salinan ulangan triplet. Gen yang salah menghasilkan RNA yang salah yang berisi urutan ekspansi, (RNA adalah makromolekul penting untuk semua bentuk kehidupan yang diketahui yang mentransfer informasi dari DNA dalam nukleus ke sitoplasma sel di mana ia membuat protein).

RNA yang salah tersangkut di inti sel pasien distrofi miotonik, mengakibatkan gangguan pada banyak proses seluler. Kondisi semakin tidak berpihak kepada para penderita sampai beberapa waktu lalu sebuah jurnal ilmiah meniupkan angin segar soal pengobatan distrofi miotonik.

Seperti diketahui bersama, sebelumnya dunia medis belum memiliki prosedur atau tata laksana yang efektif untuk menyembuhkan distrofi miotonik. Selama ini, dokter hanya memiliki serangkaian prosedur untuk meminimalisir gejala yang dialami para penderita, bukan menyembuhkannya.

Dalam jurnal itu disebutkan bahwa dengan menghambat molekul dalam sel pasien yang disebut CDK12 berpotensi mengembangkan terapi untuk meringankan beberapa gejala, dan membantu mengobati kondisi yang tidak dapat disembuhkan ini.

Studi baru yang diterbitkan pertengahan tahun ini, mengemukakan bahwa melalui penghambatan molekul CDK12, tambahan RNA yang salah dapat menghilang sehingga akan mengurangi gejala kondisi tersebut.

Peneliti utama dalam kajian tersebut, David Brook, yang merupakan Profesor Genetika Molekul Manusia di School of Life Sciences, mengatakan bahwa dia dan timnya telah memegang “kunci” untuk mengurai masalah ini.

Mereka telah memahami komponen molekuler utama dalam menghambat protein CDK12 khusus ini yang kemudian akan memiliki efek menguntungkan dalam hal mengembangkan pengobatan.

Saat ini, mereka tengah berada pada tahap di mana mereka tahu dengan menghambat CDK12 secara selektif, maka itu akan menjadi terapi potensial. Apa yang dilakukan oleh David dan kawan-kawannya mungkin dapat diartikan sebagai secercah cahaya bagi para penderita distrofi miotonik.

Mari berharap agar apa yang dilakukan oleh para ilmuan tersebut bisa segera dikembangkan sehingga menjadi satu prosedur yang ajeg dalam khazanah pengobatan masalah distrofi miotonik yang sebelumnya tidak dapat disembuhkan ini.

Penyakit Read More

Waspadai Gejala Penyakit Tidur yang Berbahaya

Pernahkah Anda mendengar penyakit tidur? Sleeping sickness atau penyakit tidur adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh parasit Typanosoma brucei. Penyakit tidur umumnya terjadi di benua Afrika meliputi tiga negara dengan angka kematian tertinggi yaitu Kongo, Sudan, dan Angola. Penyakit tidur bahkan digolongkan sebagai epidemi di benua Afrika. Anda perlu mewaspadai gejala yang muncul ketika terserang penyakit tidur sebab efeknya dapat membuat nyawa melayang.

Mengenal penyakit tidur

Parasit penyebab penyakit tidur, Typanosoma brucei, tidak hanya menginfeksi manusia saja namun juga semua hewan mamalia. Parasit ini terbagi dalam 2 jenis yaitu Typanosoma brucei rhodesiense dan Typanosoma brucei gambiense. Keduanya akan memunculkan efek infeksi yang berbeda. Typanosoma brucei rhodesiense lebih banyak ditemukan di Afrika timur. Parasit ini berkembang cepat sehingga seseorang yang terkena dapat meninggal hanya dalam hitungan bulan. Parasit Typanosoma brucei rhodesiense akan menyerang sistem saraf pusat. Sedangkan, Typanosoma brucei gambiense lebih banyak ditemukan di Afrika bagian barat. Parasit ini akan sulit dideteksi apabila telah menginfeksi sehingga jarang terjadi penanganan di tahap awal. Biasanya, Typanosoma brucei gambiense baru diketahui setelah sistem saraf otak terserang. Parasit ini akan ditularkan melalui perantara lalat Tsete. Orang yang terkena gigitan lalat Tsete sudah pasti akan mengalami penyakit tidur.

Gejala yang muncul

Kemunculan gejala penyakit tidur membutuhkan waktu 3 minggu setelah tergigit lalat tsese. Gejala yang muncul akan terbagi menjadi 2 tahapan yang tentunya berbeda. Pada tahap pertama, gejala-gejala yang muncul adalah seperti berikut ini.

  1. Ruam pada kulit dan gatal
  2. Sakit kepala, nyeri otot, dan badan lemas
  3. Berat badan menurun
  4. Terdapat masalah pada organ dalam seperti hati dan jantung
  5. Terjadi pembengkakan anggota tubuh karena penumpukan cairan
  6. Demam intermiten
  7. Detak jantung menjadi lebih dari 100 kali/menit
  8. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak dan selangkangan

Ketika memasuki gejala tahap kedua, maka penyakit tdur sudah mulai berbahaya bagi tubuh Anda. Beberapa gejala yang muncul pada tahap kedua adalah seperti berikut ini.

  1. Terjadi perubahan perilaku seperti gangguan bicara dan gangguan psikologis
  2. Berkurangnya kepekaan terhadap rangsangan
  3. Mengalami tremor dan adanya peningkatan tonus otot
  4. Gangguan makan atau anoreksia yang menyebabkan penurunan badan secara drastis
  5. Anak-anak umumnya menunjukkan gejala tambahan berupa kejang
  6. Hilang kesadaran hingga koma

Mencegah penyakit tidur

Jika Anda akan mengunjungi benua Afrika, ada baiknya Anda melakukan pencegahan agar tidak terkena penyakit tidur. Gigitan lalat Tsete harus dihindari sebisa mungkin. Berikut ini merupakan beberapa cara yang dapat Anda terapkan untuk mencegah penyakit tidur.

  1. Pasang kelambu ketika tidur agar terhindar dari gigitan lalat Tsete
  2. Hindari area semak-semak terutama pada siang hari
  3. Gunakan pakaian yang tebal agar lalat Tsete tidak dapat menggigit
  4. Hindari pakaian dengan warna terlalu gelap atau terlalu terang sebab dapat menarik perhatian lalat Tsete
  5. Periksa dan bersihkan kendaraan terlebih dahulu sebelum digunakan

Meski penyakit tidur lebih umum terjadi di Afrika namun tidak ada salahnya Anda mengetahui gejala serta cara mencegahnya. Apabila Anda baru mengunjungi benua Afrika dan menunjukkan gejala penyakit tidur, sebaiknya Anda segera ke dokter untuk melakukan pengecekan. Beritahukan mengenai riwayat perjalanan Anda sehingga dokter pun ikut lebih waspada bahwa ada kemungkinan terkena penyakit tidur. Sebab, bisa saja dokter menyimpulkan Anda menderita penyakit lain yang gejalanya mirip sebab di Indonesia sangat jarang ditemukan orang dengan penyakit tidur.  

Penyakit Read More

Jangan Buru-buru ke Rumah Sakit Rujukan Covid 19 saat Merasakan Gejalanya, Berikut Alurnya

Pandemi covid-19 ini memang membuat siapapun khawatir terkait kondisinya. Takut jika virus menginfeksi tubuh Anda. Lalu, jika coronavirus menginfeksi, apakah langsung datang ke rumah sakit rujukan covid 19? Mungkin banyak di antara kita yang masih belum sepenuhnya mengerti alur dan prosedur protokol penanganan corona ini.

rumah sakit

Jadi, pemerintah kita sudah menetapkan protokol terkait penanganan covid-19 ini, ada protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol area institusi pendidikan, protokol pengawasan terbatas, dan protokol area publik dan transportasi.

Bagaimana Alur dan Protokol Penanganan Covid-19 dari Kemenkes RI yang Bisa Diikuti?

Jadi, kita tidak bisa sembarangan jika merasa tidak enak badan langsung ingin memeriksakan diri ke rumah sakir rujukan Covid 19. Penanganan corona ini sudah diatur dalam protokol kesehatan yang bisa Anda ikuti. Apabila Anda merasa tidak sehat, atau setelah kontak dengan pasien yang positif corona, semuanya sudah diatur. Lalu, bagaimana alur dan prosedurnya?

  1. Ketika Tubuh Merasa Tidak Sehat

Jika Anda merasa dalam kondisi yang tidak sehat dan disertai dengan gejala demam d38 derajat Celcius, batuk, dan pilek, Anda perlu istirahat dan minum obat saja di rumah. Namun, jika keluhan yang Anda rasakan berlanjut, misalnya merasakan gejala corona lainnya, seperti sesak nafas, bernapas cepat, kehilangan penciuman, Anda disarankan untuk mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. 

Nah, yang perlu diingat adalah, ketika datang ke fasyankes ini, Anda harus menggunakan masker, usahakan agar tidak naik transportasi umum, dan jika bersin atau batuk, tutup mulut dan hidung dengan siku bagian dalam atau tisu.

Kemudian, ketika tenaga kesehatan sudah melakukan screening terhadap kondisi Anda, maka:

  • Jika Anda memenuhi kriteria positif Covid-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit rujukan covid 19 untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur penanggulangan covid-19. 
  • Jika Anda tidak memenuhi kriteria, maka Anda bisa dirawat inap atau rawat jalan. Tergantung pada hasil diagnosis dokter terhadap penyakit yang Anda derita.
  1. Alur Lanjutan Bagi Pasien Positif Corona

Saat Anda disebut memenuhi keriteria positif corona, Anda akan diantar ke rumah sakit rujukan Covid 19 menggunakan ambulan dan didampingi oleh tenaga kesehatan dengan APD yang lengkap. 

Sesampainya di RS rujukan, tenaga medis di sana akan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel liur Anda. Dan Anda pun akan dirawat di ruang isolasi.

Jika hasilnya positif, maka Anda dinyatakan sebagai penderita Covid-19. Sampel Anda akan diambil setiap hari untuk diperiksa. Jika hasil pemeriksaan sampel Anda memiliki hasil negatif sebanyak dua kali berturut-turut, maka Anda bisa dikeluarkan dari ruangan isolasi.

Tapi, jika hasil pemeriksaan Anda negatif, setelahnya Anda akan dirawat sesuai dengan penyakit yang Anda derita dan penyebabnya.

  1. Kondisi Ketika Anda Sehat Tapi Kemungkinan Terpapar Virus Corona

Jika dalam 14 hari yang lalu Anda melakukan konta dengan orang yang baru pulang dari luar negeri, atau kontak dengan pasien yang positif corona, maka segeralah hubungi hotline center Covid-19 dengan telpon ke 119 ext 9. 

Atau Anda bisa juga menghubungi hotline Corona di masing-masing wilayah domisili Anda. Misalnya di DKI Jakarta bisa menghubungi 112 atau 0813 8837 6955. 

Saat ini, yang dikhawatirkan adalah membludaknya jumlah pasien yang positif, sedangkan kapasitas rumah sakit rujukan Covid 19 dan tenaga medis yang ada sudah penuh dan tidak sebanding dengan jumlah pasiennya. Sehingga sebaiknya Anda mengikuti alur penanganannya agar rumah sakit tidak penuh dan pasien yang membutuhkan penanganan darurat bisa mendapatkan tindakan segera. Patuhi protokol kesehatan agar menghentikan rantai penyebarannya.

Hidup Sehat Read More