vaksin corona

4 Vaksin Corona Siap Masuk Indonesia

Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama kurang lebih 10 bulan. Selama itu pula banyak sekali sektor-sektor kehidupan yang terdampak. Kini, dunia sudah mulai bersiap untuk bangkit melawan hantaman virus corona setelah timbul titik terang mengenai vaksin corona.

Saat ini pengembangan vaksin corona telah dalam tahap uji coba. Bahkan sudah ada beberapa kandidat vaksin yang sudah hampir matang dan dapat disebarluaskan. Indonesia, sebagai salah satu negara yang paling terdampak pandemi Covid-19 ini tak ingin kecolongan. Negara kita bahkan sudah memiliki empat calon kuat vaksin corona untuk “menyembuhkan” keadaan.

  • Empat Produsen Vaksin Corona untuk Indonesia

Kabar mengenai empat produsen vaksin corona yang akan dimanfaatkan di Indonesia didapat dari Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Dalam pernyataannya, Arya menyebut secara jelas siapa-siapa saja yang bakal menjadi pemasok vaksin corona di Indonesia.

Salah satu produsen yang digadang-gadang bakal menjadi yang utama adalah Sinovac. Sinovac yang merupakan produsen asal Tiongkok ini bahkan sudah menjalin komunikasi dan kerja sama, termasuk uji klinis, dengan Bio Farma, atau perusahaan farmasi dalam negeri.

“Ada beberapa vaksin corona yang akan masuk ke Indonesia. Seperti Sinovac asal China, ini kerja sama dengan Bio Farma,” ujar Arya dalam siaran di akun Youtube Kementerian BUMN, pekan lalu.

Selain itu, pemantapan dan kerja-kerja mendetail mengenai kesiapan vaksin corona ini terus dikejar oleh pemerintah. Termasuk kepastian mengenai halal tidaknya vaksin ini bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam.

Dalam hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai lembaga yang berwenang tengah berada di Tiongkok untuk meninjau langsung pembuatan vaksin corona ini. “MUI lagi di Tiongkok sedang cek proses (pembuatan vaksin) di sana,” ujar Arya, menambahkan.

Selain vaksin buatan Sinovac ini, tiga produsen vaksin corona lain yang produknya bakal diedarkan di Indonesia adalah, Sinopharm, AstraZeneca, dan CEPI. Dijelaskan pula oleh Arya bahwa Sinopharm adalah produsen farmasi asal Uni Emirat Arab (UEA), AstraZeneca berasal dari Inggris, sementara CEPI merupakan koalisi untuk mengatasi pandemi corona pimpinan bos Microsoft Bill Gates.

Kata Arya lagi, Menteri BUMN, Erick Thohir, sendiri yang memastikan kesiapan dari para produsen vaksin corona itu di negara asalnya, “Yang AstraZeneca ini kemarin Menteri BUMN Erick Thohir dengan Menteri Luar Negeri ke Inggris untuk kerja sama vaksin corona.”

Kendati demikian belum dapat dipastikan kapan vaksin corona ini  bisa digunakan di Indonesia. Arya menegaskan bahwa masih ada beberapa tahap lagi sebelum masyarakat mendapat vaksinasi.

Menurut Arya hingga saat ini semua vaksin corona masih dalam proses yakni uji klinis. Akan tetapi, Arya menjelaskan bahwa sejauh ini uji klinis yang dilakukan di Bandung dengan Bio Farma tidak ada masalah dan keluhan. Arya pun mengungkap setelah uji klinis, masih akan ada beberapa prosedur yang dilakukan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan proses pemeriksaan halal oleh MUI.

  • Vaksin Corona di Indonesia Bayar atau Gratis?

Terkait biaya, Arya mengungkap akan ada vaksin yang berbayar dan gratis. Namun, belum ada penjelasan lebih lanjut. Mengenai hal tersebut, Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sudah mengeluarkan pernyataan terkait jalur distribusi bagi vaksin corona yang berbayar.

Menurut Airlangga, distribusi vaksin corona secara mandiri atau berbayar akan dikelola oleh PT Bio Farma (Persero). Nantinya, pemerintah akan memberikan arahan kepada perusahaan farmasi di bawah naungan Kementerian BUMN itu dalam mendistribusikan vaksin corona.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*