Anda Alergi Protein? Ini Cara mengatasinya

Alergi protein  atau jenis makanan tertentu dapat didefinisikan sebagai reaksi berlebihan yang diterima oleh sistem kekebalan tubuh terhadap protein makanan. Alergi ini diwakili oleh kacang tanah, putih telut, dan susu sapi. Pada dasarnya protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem dalam tubuh manusia.

alergi protein

Namun, pada beberapa orang yang memiliki alergi protein akan terjadi reaksi yang berlebihan terhadap protein makanan yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi tersebut karena tubuh menggap ada benda asing yang berbahaya (protein), sehingga akan menimbulkan beberapa gejala, seperti biduran atau kemerahan, kulit terasa gatal, hidung tersumbat atau gatal, bersin, mata berkaca-kaca, muntah, kram perut atau diare, bengkak, dan anafilaksis, adalah respon yang berpotensi dapat mengancam jiwa seseorang yang mengganggu pernapasan dan membuat tubuh mengalami syok.

Saat ini untuk menghindari alergi protein terjadi pada Anda hanya dengan menghidari kandungan protein pada makanan tertentu. Beriku tada beberapa cara untuk menghindari alergi dengan hidup sehat.

  1. Baca label makanan

Salah satu untuk menghindari alergi protein adalah dengan membaca label makanan yang akan Anda beli atau konsumsi. Namun, bagi beberapa orang membaca label makanan sering kali malah membuat bingung dan membuat Anda lebih berisiko terhadap reaksi alergi tersebut.

Jadi, Anda harus benar-benar teliti melihat dan mengerti label makanan yang akan Anda konsumsi untuk mencegah reaksi yang lebih parah. Pasalnya, para produsen makanan pun diwajibkan untuk menyertakan apa saja kandungan yang digunakan untuk membuat makanan dalam kemasan tersebut. Beberapa makanan yang paling sering menimbulkan alergi, seperti:

  • Susu
  • Telur
  • Ikan
  • Kerang
  • Kacang-kacangan
  • Gandum
  • Kedelai
  • Hindari kontak silang dan reaktivitas silang

Kontak silang, kontak silang terjadi ketika alergen secara tidak sengaja dipindahkan dari makanan yang mengandung alergen ke makanan yang tidak mengandung alergen. Kontak silang ini dapat terjadi jika alergen dioleskan secara langsung atau tidak langsung ke makanan lain yang tidak mengandung alergen.

Misalnya saja, kontak silang langsung adalah menghilangkan keju dari cheeseburger untuk dijadikan hamburger biasa. Kontak silang tidak langsung ini akan menggunakan alat yang sama untuk membuat hamburger dan untuk membuat cheeseburger. Anda dapat menghindari kontak silang ini dengan cara:

  • Bersihkan dapur Anda. Keluarkan semua produk yang tidak dapat Anda makan dalam lemari es, freezer, dan dapur Anda.
  • Bersihkan semua peralatan masak. Termasuk peralatan memasak, alat-alat masak, kompor, oven, dengan sabun dan air.
  • Atur area makan secara terpisah. Hal ini bisa Anda lakukan jika Anda berbagi dapur dengan teman sekamar ataupun keluarga lain yang makan makanan yang tidak bisa Anda makan.
  • Tutupi makan supaya aman.
  • Cuci tangan secara menyeluruh dengan sabun cair. Mencuci tangan hinnga bersih dapat menghilangkan alergen makanan yang telah Anda sentuh.
  • Bersihkan meja makan dapur dengan sabun dan air setiap kali setelah memasak dan akan makan.
  • Jangan pernah berbagi makanan, hal ini untuk memastikan tidak adanya kontak silang dengan siapapun.

Reaktivitas silang, sering kali terjadi ketika protein dalam satu makanan mirip dengan protein pada makanan lain. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh akan mengidentifikasi protein yang sama dan menyebabkan reaksi alergi.

Pada beberapa orang alergi terhadap kerang atau ikan bersirip mungkin perlu menghindari makan makanan dari seluruh kelompok makanan tersebut, sementara orang yang berbeda hanya perlu menghindari jenis ikan dan kerang tertentu saja.

  • Kenali gejala Anda

Jika Anda hidup dengan alergi protein, penting bagi Anda untuk Anda belajar mengidentifikasi tanda dan gejala atau reaksi yang terjadi karena alergi tersebut, terutama anafilaksis. Dengan mampu mengenali gejala awal adalah salah satu pencegahan dan penyelamatan hidup Anda. Reaksi alergi terhadap makan dapat mempengaruhi tubuh sebagai berikut:

  • Kulit gatal, kemerahan, gatal-gatal, benjolan merah, bengkak di bawah mulut, ruam
  • Mata gatal, mengeluarkan air mata, kemerahan, bengkak di sekitar mata
  • Mengalami pilek, bersin, hidung tersumbat, suara serak, batuk kering, gatal pada pernapasan bagian atas
  • Sesak di dada, mengi, sesak napas, batuk
  • Bibir bengkak, gatal pada mulut dan langit-langit
  • Mual, muntah, diare, sakit perut, tinja berdarah
  • Detak jantung cepat atau lambat, pusing, pingsan, tekanan darah rendah, kehilangan kesadaran.
  • Siapkan rencana darurat

Jika Anda mengalami alergi protein yang dapat mengancam jiwa, maka disarankan untuk memberi tahu semua orang yang mengenal Anda tentang alergi tersebut. Pasalnya, hal tersebut akan berguna jika suatu saat Anda mengalami alergi yang parah hingga butuh pertolongan seseorang. Dengan begitu Anda akan cepat tertangani dengan baik. Jangan lupa juga untuk memasukkan kontak darurat pada ponsel Anda. Jangan ragu untuk berkosultasi dengan dokter terkait alergi protein yang Anda miliki. Semakin cepat Anda atasi maka Anda pun dapat menghindari beberapa hal yang menjadi pencetus dari alergi tersebut.

Hidup Sehat
Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*