manfaat cuka apel

Apa Saja Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan?

Vinegar adalah cairan dengan kandungan utama cuka atau asam asetat dan air. Asam asetat ini dihasilkan dari fermentasi etanol oleh bakteri asam asetat yang memakan gula dan kandungan alkohol di jus buah, madu, dan minuman lain. Fermentasi tersebut menghasilkan nutrisi tambahan.

Nutrisi tambahan itu yang dikejar banyak orang, terutama yang sedang diet. Apple cider vinegar atau cuka apel tampil sebagai menjadi pilihan favorit. Penyebabnya, cuka apel tidak berbau sekuat fermentasi lain dan rasanya relatif bisa diterima lidah kebanyakan orang. Berikut sejumlah manfaat cuka apel:

  • Menurunkan Berat Badan

                Sebuah penelitian menyebutkan orang overweight yang minum 1 sampai 2 ons vinegar (dicampur air) setiap hari, menikmati menyusutan bobot sedikit lebih cepat dibanding mereka yang tidak minum vinegar. Lemak perut peminum cuka apel juga hilang. Namun, penelitian ini menyatakan efek konsumsi cuka apel hanya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

  • Menurunkan Kadar Gula Darah

                Kadar gula darah yang kelewat tinggi memicu berbagai penyakit, mulai serangan jantung, gagal ginjal, stroke, dan kebutaan. Vinegar dapat membantu penderita diabeters mengontrol kandungan glukosa dalam darah pasca makan. Waktu terbaik mengkonsumsi cuka apel bagi penderita diabetes adalah sesaat sebelum makan. Cukup dua sendok teh vinegar, dicampur air.

  • Mengontrol Insulin

                Masih bagi penderita diabetes, cuka apel dapat membantu mengontrol kadar insulin. Tubuh membutuhkan hormon ini untuk mengubah glukosa dari makanan menjadi energi. Namun, kadar insulin yang kelewat tinggi membuat tubuh tidak lagi sensitif terhadap insulin. Kondisi ini disebut insulin resistance dan memicu diabetes tipe 2.

  • Membunuh Kuman pada Makanan

                Cuka apel dapat membuat makanan lebih higienis. Asam asetat yang banyak terkandung dalam cuka apel–juga semua vinegar lain–dapat mematikan kuman. Vinegar paling pas digunakan pada makanan yang dikonsumsi mentah, seperti lalapan dan salad.

  • Menghilangkan Ketombe

                Sejak lama, cuka apel diyakini sebagai bahan yang ampuh untuk menghilangkan ketombe. Meski banyak orang membuktikannya, hingga kini, tidak ada penelitian yang mendukung anggapan tersebut. Tidak ada bukti ilmiah yang menyebut vinegar dapat mematikan bakteri dan jamur atau membersihkan residu sampo di kulit kepala. Kami lebih menyarankan Anda untuk menggunakan produk yang memang dibuat untuk menghilangkan ketombe. Jika masalah tidak kunjung hilang, berkonsultasilah dengan dokter kulit.

  • Menghilangkan Kutu Rambut

                Sama seperti pada ketombe, cuka apel diyakini dapat mematikan kutu rambut. Namun, peneliti membuktikan sebaliknya. Vinegar tidak cukup ampuh untuk membunuh kutu. Bahkan, jika dibandingkan berbagai produk yang tersedia di sekitar Anda, seperti alkohol, minyak zaitun, mayonais, mentega, dan petrolium jelly, keampuhan vinegar berada di posisi buncit.

  • Sengatan Ubur-ubur

                Cuka apel bermanfaat sebagai obat penawar sengatan ubur-ubur. Saat menyengat, ubur-ubur mengeluarkan sel nematosis dari tentakelnya. Sel itu merupakan pengantar racun yang membuat korbannya–sangat mungkin korban itu adalah kita–merasa terbakar. Merendam bagian yang tersengat dengan cuka apel menghentikan kerja nematosis. Racun pun tidak lagi aktif. Ada baiknya, memasukkan cuka apel dalam daftar barang bawaan Anda setiap kali ke pantai.

  • Memutihkan Gigi

                Berkumur dengan cuka apel dapat membuat gigi lebih putih. Namun, pada banyak orang, asam asetat dalam vinegar bersifat korosif terhadap email, lapisan terluar yang berfungsi sebagai pelindung gigi. Terutama jika mengkonsumsi cuka apel berdekatan dengan menggosok gigi. Sebaiknya, beri jarak sedikitnya 30 menit antara minum cuka apel dan menyikat gigi. Jika gigi berubah warna dan menjadi ngilu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi.

  • Melindungi Sel-sel Tubuh

                Apa persamaan buah-buahan, sayur-sayuran, wine, kopi, dan coklat? Mereka sama-sama mengandung antioksidan–pelindung sel dari penyakit dan penyebab kanker–berupa polifenol. Cuka apel juga mengandung polifenol. Meski belum ada studi yang menyebutkan manfaat polifenol dalam vinegar, kita dapat berasumsi manfaatnya tidak berbeda jauh dalam perlindungan terhadap sel.

  • Tekanan Darah

                Banyak orang meyakini cuka apel bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah pada orang berpenyakit hipertensi. Sayangnya, penelitian tentang manfaat vinegar bagi tekanan darah baru sebatas menurunkan tekanan darah tikus. Belum terbukti pada manusia.

  • Membatasi Konsumsi Makanan

                Banyak orang yang menjalani diet meyakini nafsu makan mereka berkurang setelah mengkonsumsi cuka apel. Mengkonsumsi vinegar bersamaan dengan roti putih, misalnya, membuat orang lebih cepat kenyang. Namun, efek yang sama tidak berlaku pada bahan makanan lain, misalnya krim gandum. Perlu penelitian lebih lanjut soal hal ini.

Hidup Sehat Read More