Cara Mengajarkan Anak agar Terhindar dari Bahaya Pedofil

Baru-baru ini, para orangtua di Indonesia dibuat resah dengan ditangkapnya warga negara asing yang berkebangsaan Prancis yang terbukti sebagai pedofil. Kasus ini juga membangkitkan kewaspadaan para ayah dan ibu untuk melindungi buah hatinya dari para predator anak yang masih berkeliaran di luar sana. Pedofil adalah orang dewasa berusia di atas 16 tahun yang menderita kelainan seksual berupa suka dengan anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun bahkan bayi. Penyimpangan seksual ini dapat ditandai dengan munculnya fantasi atau nafsu birahio ketika orang itu melihat anak-anak.

pedofil

Pada era digital seperti sekarang, pedofil bahkan sudah merambah ke dunia digital, terutama melalui media sosial yang kemudian merambah ke aplikasi berbalas pesan pribadi seperti Whatsapp. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui hal yang harus mereka lakukan untuk menghindarkan anak-anak dari bahaya predator seksual ini. Orangtua tidak bisa selamanya melakukan larangan ini-itu kepada anak agar terhindar dari pedofil. Sebaliknya, Anda dapat melakukan pendekatan personal kepada anak dan mengajarkan beberapa hal dasar agar ia bisa melindungi dirinya sendiri dari pedofil, seperti:

  1. Mengenalkan bagian tubuh anak yang bersifat privat

Cara ini sudah bisa dimulai sejak anak berusia 3 tahun. Praktisi anak bahkan menyarankan orangtua untuk mengenalkan nama bagian tubuh itu sesuai aslinya, misalnya ‘payudara’ daripada ‘nenen’, ‘penis’ daripada ‘pipis’, dan sebagainya.

  • Berikan batasan bagian tubuh yang boleh disentuh/diperlihatkan

Beri tahu kepada anak dengan bahasa yang sederhana bahwa bagian tubuh tertentu, terutama area genital dan payudara (terutama bagi anak perempuan) tidak boleh disentuh, kecuali oleh orangtua. Jelaskan pula bahwa area privat tersebut tidak boleh diperlihatkan kepada siapa pun, apalagi bila tidak sepengetahuan orangtua. Anda tidak perlu menjelaskan bahwa di luar sana ada orang jahat yang mengincar anak-anak karena itu akan membuat anak overwhelmedatau kewalahan dengan penjelasan Anda. Cukup berikan pengertian bahwa bagian tubuh tersebut harus ia lindungi.

  • Waspadai juga orang yang Anda kenal

Tidak sedikit orangtua yang keliru menganggap pedofil hanya bisa datang sebagai orang asing yang sama sekali belum dikenal oleh anak. Faktanya, 80-90 persen predator anak merupakan orang yang kenal atau justru dekat dengan buah hati Anda sehari-hari.

  • Terbuka kepada anak

Pedofil biasanya menggunakan sandi ‘ini rahasia kita, jangan beritahu ibu dan ayah supaya kamu tidak dimarahi’ untuk mendapatkan kepercayaan anak. Sebelum hal ini terjadi, Anda dapat terlebih dahulu merebut kepercayaan buah hati Anda sendiri dengan selalu terbuka dan memintanya untuk menceritakan semua kegiatannya di hari itu.

  • Percaya pada anak

Di sisi lain, Anda juga harus percaya bahwa anak Anda adalah individu yang bisa mandiri. Jika Anda selalu menyalahkan anak atas hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip Anda, anak juga akan melakukan yang sebaliknya sehingga ia akan segan bercerita pada Anda jika memiliki masalah atau mungkin sedang diincar oleh pedofil.

Intinya, Anda harus membangun hubungan yang dekat dengan anak. Ketika anak sudah merasa nyaman dengan keluarganya sendiri, maka ia cenderung akan terbuka dan mendengarkan nasihat dari orangtua, apalagi nasihat itu demi kebaikannya sendiri.

Hidup Sehat
Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*