Nyaman Saat Lari? Ini Cara Memilih Sepatu Lari yang Cocok!

Lari merupakan olahraga yang paling sering dan mudah dilakukan. Selain karena mudah, olahraga ini pun bisa dilakukan di mana saja dan kapan pun. Namun, tahukah Anda jika pemilihan sepatu sangat penting untuk olahraga ini?

sepatu lari

Jika Anda salah memilih sepatu untuk lari, maka kemungkinan cedera pun semakin tinggi saat Anda melakukan olahraga tersebut. Tidak hanya itu, sepatu yang nyaman dapat membuat olahraga pun merasa nyaman. 

Cara memilih sepatu lari

Berikut beberapa poin yang perlu Anda perhatikan saat memilih sepatu lari yang pas dan terasa nyaman. 

  1. Pertimbangkan ke mana Anda berencana lari

Hal ini perlu dilakukan untuk menentukan sepatu seperti apa yang akan Anda pilih. Misalnya saja sepatu untuk lari di lintas alam atau perbukitan tentu berbeda saat Anda akan lari di jalanan biasa. 

Sepatu lari di jalan raya, dirancang untuk menginjak suatu yang keras dan sesekali terjun ke permukaan yang padat dengan sedikit ketidakteraturan. Pilih sepatu yang:

  • Ringan dan fleksibel, mereka dibuat untuk melindungi atau menstabilkan kaki selama langkah berulang pada permukaan yang keras dan rata. 
  • Sepatu lari di jalan raya harus memiliki sol yang lebih rata dan lebih halus untuk menciptakan permukaan yang konsisten untuk berlari di jalan beraspal. 

Sepatu lari, dirancang untuk rute off-road dengan bebatuan, lumpur, akar, atau rintangan lainnya. 

  • Mereka memiliki lug atau sol yang lebih besar daripada sepati lari di jalan raya untuk pegangan yang lebih baik di medan yang tidak rata. 
  • Anda dapat memilih sepatu yang kadang dilapisi dengan plat di bawah kaki untuk membantu melindungi kaki Anda dari batu atau benda tajam lainnya. 
  • Sepatu yang dikhususkan untuk lari di rute off-road biasanya lebih kaku dibagian sol bawah yang akan melindungi kakai saat melintas pada jalur yang kasar atau permukaan tidak rata, atau bebatuan di bukit. 
  1. Jangan memilih sepatu karena warnanya

Hal lain yang perlu Anda lakukan saat memilih sepatu lari adalah jangan terpaku pada warna nya saja atau berdasarkan penampilan terlebih dahulu. Utamakan hal-hal penting terlebih dahulu yang sesuai dengan kabutuhan kaki Anda. 

  1. Jangan tergiur harga yang murah

Sepatu lari dengan kualitas yang baik tentu memiliki harga yang juga tidak murah, terlebih lagi jika sepatu tersebut dari brand tertentu yang khusus mengeluarkan sepatu khusus lari. Jadi, jangan tergiur oleh harga sepatu yang murah, tetapi kualitasnya tidak terjamin. Hal tersebut justru bisa melukai kaki saat berlari. 

  1. Pilih ukuran yang pas

Memilih sepatu lari jangan terlalu ketat,namun harus pas. Pastikan ada sedikit celah untuk di bagian depan sepatu lari Anda, namun jangan menyisakan terlalu banyak celah. 

Apa yang Anda inginkan dari sepatu?

Saat memilih sepatu untuk lari, kenyamanan memang yang paling utama. Namun, Anda pun bisa memilih sepatu yang sesuai dengan keinginan Anda dan kenyamanan sesuai dengan kebutuhan kaki Anda. 

Bantalan. Sepatu lari memiliki bantalan yang tipis, sedang maupun agak tebal. Nah, Anda dapat memilih sepatu dengan bantalan yang sesuai dengan kebutuhan. Apakah Anda perlu tambahan bantalan di bawah kaki atau tidak. 

Ada beberapa sepatu yang memiliki bantalan lebih tinggi di bawah kaki, yang dapat membuat Anda merasa nyaman saat berlari atau jalan sekalipun. Untuk sepatu lari, Anda pun perlu mempertimbangkan bantalan tersebut. 

Pastikan sepatu pas saat dikenalan. Jadi, saat Anda memilih sepatu harus pas untuk ukuran dan kenyamanannya. Jangan pilih sepatu yang agak kebesaran ataupun terlalu pas yang bisa menyebabkan kaki kesempitan. 

Bagaimana, tidak sulit bukan cara memilih sepatu lari yang sesuai dengan kebutuhan kaki Anda. Beberapa cara memilih sepatu di atas dapat Anda ikuti agar terhindari dari risiko saat berlari. Jadi, jangan salah memilih sepatu lari ya!

Uncategorized Read More

Ingin Tetap Aktif Selama di Rumah? Praktikan Olahraga Kalistenik Berikut Ini

Pernah mendengar tentang olahraga kalistenik? Jika belum, tentu Anda akrab dengan gerakan olahraga push up, bukan? Push up termasuk dalam jenis olahraga kalistenik yang bertumpu pada berat badan tubuh. Inilah, jenis olahraga kalistenik secara umum– mudah dilakukan di mana saja dan dapat dilakukan tanpa alat bantu olahraga.

Olahraga kalistenik adalah jenis olahraga yang berfokus pada penggunaan berat tubuh. Olahraga ini bertujuan untuk melatih otot-otot dan membantu membakar kalori berlebih yang Anda konsumsi. Beberapa jenis olahraga kalistenik yang dapat Anda lakukan, yaitu plank, situps, chinups, pullups, pushups, trunk twists, dan lunges.

Olahraga kalistenik sebagai latihan untuk membentuk otot

Tanpa Anda sadari, Anda tentu pernah sesekali melakukan gerakan olahraga kalistenik, seperti yang telah disebutkan di atas. Tanpa bantuan alat apa pun, Anda memanfaatkan berat tubuh sebagai media latihan gerakan olahraga kalistenik. Anda juga tidak perlu repot-repot mencari tepat olahraga untuk melakukan kalistenik, karena semua jenis olahraga kalistenik pada dasarnya dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun.

Walaupun memang terlihat sederhana dan praktis, olahraga kalistenik dapat melatih pembentukan otot secara efektif. Gerakan mengangkat beban dari berat badan Anda sendiri, akan berpengaruh terhadap fungsi dan kinerja otot, terutama dalam meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot. Pembentukan otot hanyalah satu dari sekian manfaat olahraga kalestenik yang dapat Anda peroleh. Lebih lengkap tentang manfaat olahraga kalestenik, Anda dapat menyimaknya di bawah ini.

  • Sebagai program untuk menurunkan berat badan

Apakah menurunkan berat badan menjadi salah satu tujuan utama Anda untuk berolahraga? Anda menginginkan tujuan ini agar tercapai, namun dengan usaha seminimal mungkin. Anda tidak perlu mengeluarkan uang berlebih, karena menyewa personal trainer di gym maupun membeli peralatan olahraga.

Jangan khawatir. Dengan secara rutin melakukan olahraga kalistenik, Anda dapat meraih tujuan tersebut kok. Gerakan olahraga kalistenik dapat secara efektif membakar kalori dalam tubuh dan juga di saat yang bersamaan mampu meningkatkan detak jantung Anda.

  • Mengoptimalkan koordinasi dan keseimbangan otot

Olahraga kalistenik dapat menjadi awalan yang baik bagi pemula yang ingin melakukan olahraga angkat beban. Gerakan olahraga kalistenik ini dapat melatih dan mengoptimalkan koordinasi dan keseimbangan otot.

  • Menguatkan persendian dan tulang

Ketika Anda melakukan gerakan olahraga kalistenik, kekuatan persendian dan tulang akan turut meningkat. Ketika persendian dan tulang kuat, maka Anda telah mengurangi risiko cedera ketika beraktivitas.

Cara melakukan olahraga kalistenik yang benar

Gerakan olahraga kalistenik cukup bervariasi. Sebuah catatan bagi Anda, jika ingin melakukan olahraga ini, tentukan dulu tujuan Anda untuk berolahraga.

Sebagai contoh, apabila Anda berkeinginan untuk melatih kekuatan otot tubuh bagian atas, maka Anda dapat berlatih dengan gerakan pushup atau pullup. Kedua gerakan ini dipercaya dapat mengencangkan otot di bahu, lengan, dada, dan juga perut.

Di sisi lain, jika Anda ingin melatih kekuatan otot pada bagian tubuh bawah, maka Anda dapat melakukan squat atau lunges yang melibatkan kekuatan pada otot paha dan kaki bagian bawah. Frekuensi olahraga kalistenik juga dapat Anda sesuaikan. Anda dapat melakukan olahraga ini sebanyak empat kali dalam seminggu dengan tujuan untuk menurunkan badan. Olahraga kalistenik ini juga dapat diimbangi dengan berlari, berenang, atau jogging untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

Uncategorized Read More

Kumpulan Fakta Terkait Kadar Bilirubin Bayi

Tes kadar bilirubin total bertujuan mendeteksi ada tidaknya kelainan pada hati

Di dalam tubuh manusia terdapat banyak senyawa yang memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing, bilirubin contohnya. Senyawa pigmen berwarna kuning ini merupakan produk katabolisme enzimatik biliverdin oleh biliverdin reduktase. Kadar bilirubin harus tetap dalam batas aman agar tubuh manusia dapat bekerja dengan normal.

Bilirubin terbentuk secara alamiah dari proses penguraian sel darah merah di dalam tubuh. Meski dibentuk secara normal, terkadang ada penyakit tertentu yang menyebabkan jumlah bilirubin meningkat. Apabila tidak diobati, kondisi ini bisa menimbulkan masalah kesehatan serius.

Masalah bilirubin ini sudah dapat terdeteksi dan muncul bahkan sejak bayi baru saja dilahirkan. Bahkan, hampir 60 persen bayi yang lahir di dunia ini memiliki masalah dengan kadar bilirubinnya. Bayi yang mengalami itu biasanya disebut “bayi kuning”. Kondisi ini disebabkan oleh kadar bilirubin yang lebih dari 5 miligram/dl.

Akan tetapi, kenyataan tersebut sebenarnya wajar-wajar saja, kok. Kendati demikian, sebagai langkah antisipatif tidak ada salahnya mengetahui serangkaian fakta terkait kadar bilirubin pada bayi berikut ini:

  • Kadar Bilirubin Normal Bayi

Seperti yang telah disinggung di awal, pada bayi baru lahir, kadar bilirubin normal seharusnya di bawah 5 mg/dL. Namun, tidak sedikit bayi baru lahir yang memiliki kadar bilirubin melebihi kadar tersebut.

Kadar bilirubin bayi yang baru lahir dapat dikatakan tinggi biasanya disesuaikan atau dikategorikan sesuai dengan usianya, berikut kira-kira lengkapnya:

  • Lebih dari 10 mg/dL untuk bayi usia kurang dari 1 hari.
  • Lebih dari 15 mg/dL untuk bayi usia 1-2 hari.
  • Lebih dari 18 mg/dL untuk bayi usia 2-3 hari.
  • Lebih dari 20 mg/dL untuk bayi usia lebih dari 3 hari.

Saat bayi baru lahir, biasanya salah satu hal yang dipastikan adalah kadar bilirubin tersebut. Jika tidak normal, dokter akan melakukan perawatan khusus. Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari hingga 2-3 minggu. 

  • Penyebab Kadar Bilirubin Bayi Tinggi

Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan bayi terlahir dengan kadar bilirubin yang tinggi. Namun, biasanya kondisi ini disebabkan stres akibat persalinan. Kondisi lain seperti:

  • Infeksi, misalnya infeksi kantung empedu.
  • Penyakit yang berhubungan dengan kerusakan liver, misalnya hepatitis dan sirosis.
  • Penyakit akibat sel darah merah yang rusak lebih cepat, misalnya erythroblastosis fetalis dan anemia hemolitik.
  • Penyakit keturunan, misalnya sindrom Gilbert.
  • Organ hati yang belum matang akibat kelahiran prematur.

Pun dapat menyebabkan bayi terlahir dengan kadar bilirubin yang tinggi. Dokter akan mencari tahu penyebab dan melakukan penanganan sesuai dengan kondisi yang dialami.

  • Penyakit Kuning karena Kadar Bilirubin Belum Tentu Bahaya

Kondisi kuning pada bayi bisa dibedakan ke dalam “normal” dan “tidak normal”. Bayi yang kuning normal (jaundice fisiologis) disebabkan karena fungsi hati bayi baru lahir yang belum berfungsi sempurna alias belum terkonjungasi. 

Biasanya bayi yang mengalami kondisi tersebut akan berangsur-angsur normal saat berusia 24-72 jam setelah diberi asupan ASI atau susu formula yang cukup dan disinar. Jika bayi tetap aktif menangis dan kuat menyusu, serta urinnya tidak berwarna kuning tua dan cokelat, tandanya masih normal.

Namun, pada bayi dengan kuning yang berbahaya, setelah 1-2 minggu akan tetap terlihat kuning dan warnanya terus menyebar hingga lengan dan kaki. Tanda lainnya adalah bayi rewel dan terus menangis, lengan dan tungkai yang lemah, demam di atas 38° Celcius hingga kejang.

  • Turunkan Kadar Bilirubin dengan Fototerapi

Penanganan yang akan diberikan dokter untuk kondisi bayi kuning adalah fototerapi atau terapi sinar biru. Sinar biru yang dipancarkan merupakan sinar ultraviolet yang akan diserap kulit bayi. Fototerapi ini cukup efektif untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir.

Dua metode yang digunakan dalam tindakan medis ini adalah konvensional dengan bantuan lampu halogen atau lampu neon ultaviolet dan yang lebih modern dengan bantuan serat optik menggunakan kabel serat yang dipasang pada selimut yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh bayi. 

***

Itulah beberapa fakta terkait kadar bilirubin pada bayi. Dengan informasi di atas diharapkan Anda dapat memahami kondisi anak agar tidak panik saat mengetahui dia terlahir dengan “warna kuning” di tubuhnya.

Uncategorized Read More