Ini Alasan Seorang Anak Wajib Vaksin Tetanus

Pada umumnya anak kecil memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, tidak seperti orang dewasa. Dalam masa ini pula biasanya anak-anak mengalami kondisi yang sangat rentan terserang penyakit, seperti salah satunya tetanus. Hal inilah yang membuat para balita atau anak-anak kecil membutuhkan vaksin tetanus.

Bahaya penyakit ini mampu menyebabkan penderita mengalam tegang dan kaku pada hampir seluruh bagian tubuh. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa membahayakan nyawa penderita. Salah satu cara yang efektif digunakan untuk mencegah kondisi ini adalah dengan melakukan vaksin terhadap si penderita.

Vaksin Tetanus

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia merekomendasikan bahwa vaksin ini diberikan kepada anak-anak, orang dewasa hingga wisatawan yang ingin mengunjungi daerah lain secara rutin. Mengingat vaksin ini sangat ampuh untuk mencegah infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Clostridium tetani.

Bakteri tetanus ini bisa ditemukan di dalam tanah dan lumpur, yang kemudian masuk ke dalam tubuh manusia lewat luka terbuka di kulit. Selain di tanah dan lumpur, bakteri ini juga terdapat pada kotoran hewan dan manusia. Bakteri ini juga ditemukan pada benda-benda berkarat dan kotor, sehingga sangat memungkinkan menyerang banyak orang.

Semua orang termasuk anak-anak yang belum mendapatkan vaksin ini sangat berisiko terinfeksi bakteri tetanus. Terutama ketika digigit binatang, mengalami kecelakaan hinga paling sering terjadi adalah tertusuk paku atau jarum berkarat. Perlu diketahui bahwa bayi yang masih kecil juga berisiko terinfeksi bakteri.

Seperti misalnya pada saat lahir, pemotongan tali pusar dari ibu tidak menggunakan alat pemotong yang steril. Kondisi ini sangat memungkinkan bayi terkena tetanus, bakteri ini membutuhkan waktu selama tujuh atau delapan hari untuk berkembang di dalam tubuh manusia. Ketika tubuh terinfeksi maka nantinya akan timbul gejala.

Gejala awal yang ditimbulkan infeksi bakteri ini adalah kaku pada otot rahang, kaki hingga punggung dan merasakan sakit kepala. Kondisi kaku ini akan meluas hingga ke leher, jika sudah masuk bagian tersebut penderita akan kesulitan dalam bernapas. Dalam kondisi ini, penderita harus segera mendapat penanganan dengan tepat dan cepat.

Jika penderita dalam kondisi tersebut tidak segera mendapat penanganan, penderita akan mengalami kesulitan bernapas dan kemungkinan besar berujung pada kematian. Tujuan vaksin ini diberikan kepada anak-anak adalah untuk merangsang produksi antibodi tubuh, khususnya terhadap racun dari bakteri tetanus.

Vaksin untuk bakteri ini terdapat beberapa jenis, fungsi yang diberikan pun sama yakni melindungi seseorang dari infeksi bakteri tetanus. Meski demikian, metode vaksin yang ada berbeda dan pemberian vaksin biasanya dikombinasikan dengan vaksin untuk penyakit lain seperti batuk rejan atau pertusis.

Difteri, tetanis, pertusis, polio dan haemophilus influenza tipe B (DTaP/IPV/Hib) nantinya diberikan pada anak-anak yang berusia di bawah usia 10 tahun. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merekomendasikan vaksin ini diberikan pada bayi yang masih berusia 2, 3 dan 4 bulan setelah itu pemberian vaksin bisa diulang di usia 18 tahun dan 5 tahun.

Kemudian vaksin difteri, tetanus, pertusis dan polio (DTaP/IPV) diberikan untuk anak yang berusia di bawah tujuh tahun. Vaksin ini sangat dianjurkan untuk diberikan pada anak di usia tersebut sejak usianya menginjak dua bulan. Sementara itu vaksin tetanus difteri dan polio (Td/IPV) diberikan ke anak yang lebih besar dan orang yang sudah berusia dewasa.

Hidup Sehat

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*