penyebab kudis pada anak

Penyebab Kudis pada Anak

Kudis (scabies) adalah penyakit kulit yang disebabkan tungau dengan nama latin Sarcoptes scabiei. Kutu berukuran mikroskopik ini biasa ditemui di sprei, pakaian, atau bulu binatang yang terjangkit kudis.

Kudis umumnya terjadi pada bagian kulit yang tipis, seperti sela-sela jari, lipatan pergelangan tangan, sikut, lutut, ketiak, dan kemaluan. Saat ini, penderitanya diperkirakan sebanyak 130 juta orang.

Jika tidak diobati, Sarcoptes scabiei bisa hidup di kulit manusia selama berbulan-bulan. Tungau tersebut membenamkan telur di lapisan kulit dan menyebabkan gatal serta bentol. Pada anak, yang tidak dapat mengontrol garukan saat gatal, kudis bisa berakibat lebih buruk, yaitu lecet dan luka bernanah akibat infeksi. Risikonya menjadi berlipat ganda jika penyakit ini menyerang anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau sedang terserang penyakit kronik.

Penyebaran tungai tersebut dapat berlangsung dengan berbagai cara. Mulai berpegangan tangan, berbagai pakaian, handuk, dan tempat tidur dengan orang yang terjangkit kudis. Penyebarannya tidak hanya dapat terjadi di rumah, tapi juga loker gym, sekolah, dan day care anak.

Karena sekilas terlihat sepele, cuma gatal-gatal, banyak orang menyepelekan kudis. Mereka beranggapan gatal akan hilang dengan sendirinya. Ini merupakan pandangan yang salah. Kudis hanya dapat disembuhkan lewat pengobatan.

Dokter akan memberikan obat yang  dapat membunuh tungau kudis serta menghancurkan telur-telurnya, yaitu obat oles permetrin. Jika lesi sangat luas, mungkin diperlukan obat minum ivermectin. Untuk mengurangi gatal, dokter dapat memberikan resep antihistamin yang biasa digunakan pasien alergi. Gatal akan tetap akan terasa hingga beberapa pekan, meski saat kutu telah hilang.

Anak yang terkena kudis bisa kembali bersekolah setelah beristirahat sehari. Namun, jika terjadi gangguan kulit yang luas, perlu dihindari kontak dengan anak lain di sekolah.

Karena tungau ini sangat mudah berpindah, pengobatan harus dilakukan serentak dalam satu keluarga atau orang yang tinggal serumah. Perlu juga upaya lain untuk menghabisi tungai menyebab kudis. Misalnya, mencuci semua baju dan seprei yang digunakan lima hari terakhir dengan air panas, lalu dijemur dan setrika. Sebelum dicuci, pakaian dan seprei tersebut dalam disimpan dalam kantong plastik selama tiga hari untuk mematikan kutu.

Parenting Read More
vaksin bcg sebabkan bisul

Mengapa Vaksin BCG Menimbulkan Bisul?

Vaksin BCG merupakan satu imunisasi wajib pada bayi dan anak-anak Indonesia, selain hepatitis B, polio, campak, dan DPT-HB-HiB. BCG, singkatan dari Bacillus Calmette-Guerin, melindungi kita dari tuberkolosis.

Vaksin BCG memiliki efek perlindungan terhadap tuberkolosis (TB) berat dan radang otak akibat TB. Vaksin ini tidak sepenuhnya efektif mencegah infeksi TB primer atau reaktivasi infeksi TB yang laten.

Fakta menarik dari vaksin BCG adalah bahannya dikembangkan dari bakteri yang menyebabkan tuberkolosis pada sapi. Namanya kuman Mycobacterium bovis. Manusia bisa tertular tuberkolosis sapi lewat kontak dengan hewan tersebut atau minum susu sapi yang terinfeksi bakteri TBC. Namun, manusia tidak bisa terjangkiti bakteri TBC sapi dari galur vaksin TBC karena bakterinya sudah dilemahkan atau dalam kondisi tak berdaya menimbulkan penyakit.

Vaksinasi BCG, yang disuntikan ke bawah kulit, kerap menimbulkan bisul atau luka bernanah. Layaknya pada proses infeksi alamiah, ini merupakan respon sistem imun tubuh terhadap masuknya zat asing, yaitu bakteri hidup.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, menganjurkan titik penyuntikan di lengan atas atau deltoid. Berdasarkan kesepakatan umum, lengan yang dipilih adalah lengan kanan. Bisul, luka, atau skar akan muncul di titik penyuntikan. Awalnya, akan timbul kemerahan di bekas suntikan, lalu muncul bisul yang berisi nanah. Setelah bisul itu mengering akan tersisa jaringan parut atau skar dengan diameter 2 sampai 6 milimeter setelah 3 bulan. Besarnya jaringan parut tergantung kekuatan sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan anak atau bayi masing-masing.

Bisul akibat vaksinasi BCG tidak berbahaya. Jika bisul hanya muncul di lokasi penyuntikan, orang tua tidak perlu panik atau melakukan tindakan tertentu. Bayi atau anak hanya perlu diperiksakan ke dokter jika terjadi bengkak parah, demam tinggi, nanah yang berlebihan (bisa akibat jarum suntik tidak steril). Sebab, reaksi tersebut bukan gejala normal pasca imunisasi BCG. Komplikasi tersebut kemungkinan terjadi akibat infeksi sekunder bakterial akibat penanganan yang tidak tepat. Misalnya pengolesan bahan yang tidak steril pada bekas luka penyuntikan.

Waktu munculnya reaksi bisul tersebut bervariasi. Biasanya antara 2 sampai 12 pekan. Jika, bisul nongol kurang dari satu pekan, kemungkinan besar anak atau bayi tersebut sudah terpapar kuman TB. Ini disebut reaksi cepat BCG atau accelerated BCG reaction. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Pembentukan bisul pasca imunisasi BCG tidak menjadi indikasi keberhasilan vaksinasi. Tanpa bisul, bukan berarti tidak terjadi kekebalan terhadap TBC bagi bayi atau anak tersebut. Anggapan yang salah banyak muncul seiring berkembangnya kabar maraknya vaksin palsu. Banyak yang mengatakan jika tidak terbentuk bisul atau jaringan parut pada anak, artinya vaksin yang digunakan palsu dan harus divaksinasi ulang. Itu anggapan yang keliru.

Parenting Read More
kondisi bayi sehat

Kondisi Kesehatan Bayi

Salah satu hal yang sering menjadi kekuatiran ibu adalah saat melihat popok bayi. Dalam keadaan normal, urin bayi tidak berwarna. Paling banter sedikit kekuningan. Namun, pada hari-hari tertentu, ibu bisa dikejutkan saat melihat warna lain usai mengganti popok bayinya.

Perubahan warna air seni bayi bisa menunjukkan gejala penyakit atau bayi kurang cairan. Tapi, jangan panik dulu. Ada baiknya ibu mengingat-ingat makanan yang baru dia konsumsi sebelum menyusui. Sebab, beberapa jenis makanan tertentu, misalnya suplemen vitamin C, bisa mengubah warna air susu ibu dan berpengaruh pada urin bayi, termasuk meninggalkan noda hijau, merah muda, dan oranye pada popok bekas pakai. Begitu juga ibu menyusui yang habis makan buah bit dan beri, bisa membuat urin bayinya merah.

Jika sudah memastikan tidak ada perubahan pada diet ibu, dan urin bayi terus menerus berwarna, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Berikut merupakan kondisi yang menjadi syarat wajib bagi orang tua untuk segera memeriksakan bayinya ke dokter:

  • Perubahan warna urine yang tidak dapat dijelaskan sebabnya dan tidak kunjung kembali normal.
  • Terdapat darah di urine, meski cuma sekali kemunculan.
  • Urine berwarna cokelat tua, feses berwarna pucat, kekuningan pada kulit dan mata.
  • Urine berwarna merah, merah muda, atau cokelat tua, tanpa perubahan makanan dan penggunaan obat-obatan.

Untuk mempermudah pemeriksaan, ibu bisa mencatat berbagai hal seputar urin berwarna tersebut. Misalnya, kapan mulai terjadi, apakah warnanya sama sepanjang hari, apakah berbau menyengat, apakah frekuensi buang air kecil menjadi lebih sedikit, apakah bayi baru mengkonsumsi obat, apakah bayi mengejan saat buang air, adakah demam, dan sebagainya.

Terdapat banyak kemungkinan yang membuat urine bayi tidak jernih. Pertama, urine terkonsentrasi. Hal ini bisa terlihat jika air seni bayi menjadi kuning tua dan berbau menyengat usai minum susu. Ini merupakan hal normal sepanjang hanya terjadi usai minum susu. Kalau terjadi terus-terusan, hubungi dokter.

Kedua, urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat tua. Air seni berwarna ini kerap dijumpai pada bayi yang baru berusia beberapa hari. Penyebabnya adalah kristal urat (uric acid crystals). Kristal tersebut dapat dirasakan di popok. Meski terlihat mengerikan, ini hal yang normal. Urin akan normal setelah bayi minum banyak air susu ibu pada lima atau enam hari pasca persalinan.

Jika urine merah atau cokelat muncul pada bayi berusia lebih dari enam hari, bisa jadi ada yang tak beres. Kemungkinannya adalah kelainan darah (seperti anemia hemolitik), goresan pada ginjal atau saluran kemih.

Ketiga, urin berwarna putih kental. Air seni yang seperti ini memiliki kemungkinan diagnosis yang luas dan pemeriksaan mendalam. Dokter baru dapat memastikan endapan mineral yang terkandung di air seni itu lewat analisis urine. Orang tua disarankan berkonsultasi dengan ahli ginjal anak untuk memastikan kondisi bayi lebih lanjut. Salah satu kemungkinan yang menyebabkan air urin bayi berwarna putih kental adalah infeksi saluran kemih. Probabilita lain adalah tuberkolosis.

Parenting Read More
manfaat cuka apel

Apa Saja Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan?

Vinegar adalah cairan dengan kandungan utama cuka atau asam asetat dan air. Asam asetat ini dihasilkan dari fermentasi etanol oleh bakteri asam asetat yang memakan gula dan kandungan alkohol di jus buah, madu, dan minuman lain. Fermentasi tersebut menghasilkan nutrisi tambahan.

Nutrisi tambahan itu yang dikejar banyak orang, terutama yang sedang diet. Apple cider vinegar atau cuka apel tampil sebagai menjadi pilihan favorit. Penyebabnya, cuka apel tidak berbau sekuat fermentasi lain dan rasanya relatif bisa diterima lidah kebanyakan orang. Berikut sejumlah manfaat cuka apel:

  • Menurunkan Berat Badan

                Sebuah penelitian menyebutkan orang overweight yang minum 1 sampai 2 ons vinegar (dicampur air) setiap hari, menikmati menyusutan bobot sedikit lebih cepat dibanding mereka yang tidak minum vinegar. Lemak perut peminum cuka apel juga hilang. Namun, penelitian ini menyatakan efek konsumsi cuka apel hanya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

  • Menurunkan Kadar Gula Darah

                Kadar gula darah yang kelewat tinggi memicu berbagai penyakit, mulai serangan jantung, gagal ginjal, stroke, dan kebutaan. Vinegar dapat membantu penderita diabeters mengontrol kandungan glukosa dalam darah pasca makan. Waktu terbaik mengkonsumsi cuka apel bagi penderita diabetes adalah sesaat sebelum makan. Cukup dua sendok teh vinegar, dicampur air.

  • Mengontrol Insulin

                Masih bagi penderita diabetes, cuka apel dapat membantu mengontrol kadar insulin. Tubuh membutuhkan hormon ini untuk mengubah glukosa dari makanan menjadi energi. Namun, kadar insulin yang kelewat tinggi membuat tubuh tidak lagi sensitif terhadap insulin. Kondisi ini disebut insulin resistance dan memicu diabetes tipe 2.

  • Membunuh Kuman pada Makanan

                Cuka apel dapat membuat makanan lebih higienis. Asam asetat yang banyak terkandung dalam cuka apel–juga semua vinegar lain–dapat mematikan kuman. Vinegar paling pas digunakan pada makanan yang dikonsumsi mentah, seperti lalapan dan salad.

  • Menghilangkan Ketombe

                Sejak lama, cuka apel diyakini sebagai bahan yang ampuh untuk menghilangkan ketombe. Meski banyak orang membuktikannya, hingga kini, tidak ada penelitian yang mendukung anggapan tersebut. Tidak ada bukti ilmiah yang menyebut vinegar dapat mematikan bakteri dan jamur atau membersihkan residu sampo di kulit kepala. Kami lebih menyarankan Anda untuk menggunakan produk yang memang dibuat untuk menghilangkan ketombe. Jika masalah tidak kunjung hilang, berkonsultasilah dengan dokter kulit.

  • Menghilangkan Kutu Rambut

                Sama seperti pada ketombe, cuka apel diyakini dapat mematikan kutu rambut. Namun, peneliti membuktikan sebaliknya. Vinegar tidak cukup ampuh untuk membunuh kutu. Bahkan, jika dibandingkan berbagai produk yang tersedia di sekitar Anda, seperti alkohol, minyak zaitun, mayonais, mentega, dan petrolium jelly, keampuhan vinegar berada di posisi buncit.

  • Sengatan Ubur-ubur

                Cuka apel bermanfaat sebagai obat penawar sengatan ubur-ubur. Saat menyengat, ubur-ubur mengeluarkan sel nematosis dari tentakelnya. Sel itu merupakan pengantar racun yang membuat korbannya–sangat mungkin korban itu adalah kita–merasa terbakar. Merendam bagian yang tersengat dengan cuka apel menghentikan kerja nematosis. Racun pun tidak lagi aktif. Ada baiknya, memasukkan cuka apel dalam daftar barang bawaan Anda setiap kali ke pantai.

  • Memutihkan Gigi

                Berkumur dengan cuka apel dapat membuat gigi lebih putih. Namun, pada banyak orang, asam asetat dalam vinegar bersifat korosif terhadap email, lapisan terluar yang berfungsi sebagai pelindung gigi. Terutama jika mengkonsumsi cuka apel berdekatan dengan menggosok gigi. Sebaiknya, beri jarak sedikitnya 30 menit antara minum cuka apel dan menyikat gigi. Jika gigi berubah warna dan menjadi ngilu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi.

  • Melindungi Sel-sel Tubuh

                Apa persamaan buah-buahan, sayur-sayuran, wine, kopi, dan coklat? Mereka sama-sama mengandung antioksidan–pelindung sel dari penyakit dan penyebab kanker–berupa polifenol. Cuka apel juga mengandung polifenol. Meski belum ada studi yang menyebutkan manfaat polifenol dalam vinegar, kita dapat berasumsi manfaatnya tidak berbeda jauh dalam perlindungan terhadap sel.

  • Tekanan Darah

                Banyak orang meyakini cuka apel bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah pada orang berpenyakit hipertensi. Sayangnya, penelitian tentang manfaat vinegar bagi tekanan darah baru sebatas menurunkan tekanan darah tikus. Belum terbukti pada manusia.

  • Membatasi Konsumsi Makanan

                Banyak orang yang menjalani diet meyakini nafsu makan mereka berkurang setelah mengkonsumsi cuka apel. Mengkonsumsi vinegar bersamaan dengan roti putih, misalnya, membuat orang lebih cepat kenyang. Namun, efek yang sama tidak berlaku pada bahan makanan lain, misalnya krim gandum. Perlu penelitian lebih lanjut soal hal ini.

Hidup Sehat Read More