cara mencegah penularan hiv

Cara Mencegah Penularan HIV dari Ibu-ke-Bayi Setelah Kelahiran

Data menunjukkan bahwa penularan HIV dari ibu ke anak adalah sumber utama infeksi HIV yang terjadi pada anak usia dengan usia di bawah 15 tahun. Berdasarkan data dari UNAIDS, di tahun 2017 sudah ada 1,8 juta anak di dunia yang positif terinfeksi HIV. Mayoritas dari anak-anak tersebut mendapatkan infeksi virus melalui penularan dari ibu ke anak. Beberapa infeksi HIV dari ibu ke bayi dapat terjadi dalam kandungan, itulah sebabnya 48 jam setelah dilahirkan bayi akan mendapatkan pemeriksaan untuk mengetahui apakah ia sudah terinfeksi atau belum. Bahkan, kalaupun infeksi tidak terjadi dalam kandungan, penularan juga dapat terjadi pada proses persalinan di mana bayi melakukan kontak dengan cairan vagina atau infeksi pada cairan ketuban.

Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bayi yang dilahirkan tidak terinfeksi HIV. Itulah sebabnya, beragam cara dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi setelah kelahiran. Salah satunya adalah dengan memberikan obat HIV pada bayi untuk mencegah penularan terjadi.

Obat AZT untuk Langkah Awal pada Bayi Berisiko

Bayi yang dilahirkan oleh perempuan dengan HIV menerima obat HIV yang disebut AZT atau zidovudine dalam waktu 6 hingga 12 jam setelah kelahiran. Bahkan, dalam situasi tertentu bayi yang berisiko HIV juga akan mendapat obat HIV lain selain zidovudine. Obat-obatan HIV ini berguna untuk melindungi bayi dari infeksi HIV yang mungkin telah berpindah dari ibu ke anak selama proses persalinan. Pemberian obat AZT pada bayi yang lahir dari ibu dengan HIV dilakukan untuk mencegah penularan ibu-ke-bayi dari HIV. Langkah ini dilakukan selama kurang lebih 4 hingga 6 minggu setelah lahir.

Obat Bactrim untuk Upaya Lanjutan Pencegahan

Setelah 4 sampai 6 minggu zidovudine selesai diberikan, bayi dengan risiko tinggi HIV akan menerima obat yang disebut sulfamethoxazole/trimethoprim (Bactrim). Bactrim bekerja untuk mencegah pertumbuhan pneumocystis pneumonia (PCP), yaitu merupakan jenis pneumonia yang dapat berkembang pada orang dengan HIV. Jika tes HIV menunjukkan bahwa bayi tidak terinfeksi HIV, pemberian Bactrim akan dihentikan.

Pemeriksaan Infeksi HIV pada Bayi Berisiko
Setelah lahir, perawatan untuk bayi dari ibu dengan HIV akan segera dilakukan. Termasuk juga di dalamnya pemeriksaan untuk tes HIV yang biasanya dilakukan beberapa kali, yaitu pada usia 14 hingga 21 hari, pada 1 hingga 2 bulan, dan lagi pada 4 sampai 6 bulan. Tes HIV yang digunakan disebut tes virologi sebagai upaya pencarian HIV di dalam darah. Tes ini dilakukan beberapa kali untuk mengetahui dengan pasti apakah bayi HIV negatif atau HIV positif. Berikut ini adalah ciri-ciri bayi yang terinfeksi dan tidak terinfeksi HIV:

  • Bayi yang positif HIV
    • Hasil pada dua tes virologi harus menunjukkan hasil positif.
    • Jika tes menunjukkan bahwa seorang bayi positif HIV, pemberian obat bayi harus beralih dari AZT menjadi kombinasi obat HIV (yaitu ART). ART membantu pengidap untuk dapat dengan HIV hidup lebih lama, serta hidup lebih sehat.
  • Bayi yang negatif HIV
    • Hasil pada dua tes virologi harus menunjukkan hasil negatif.
    • Hasil negatif pertama harus dari tes yang dilakukan saat bayi berusia 1 bulan atau lebih, dan hasil kedua harus dari tes yang dilakukan saat bayi berusia 4 bulan atau lebih.

Langkah Lain untuk Melindungi Bayi Dari HIV
Karena HIV dapat menyebar dalam ASI, perempuan dengan HIV tidak boleh menyusui bayinya. Dengan kata lain, susu formula merupakan alternatif yang aman dan sehat untuk pengganti ASI pada bayi yang berisiko. Selain itu, beberapa laporan mengungkap bahwa ada kasus anak-anak yang terinfeksi HIV akibat memakan makanan yang sebelumnya dikunyah oleh orang dengan HIV. Sebagai upaya pencegahan, ada baiknya untuk tidak memberikan makanan yang sudah dikunyahkan terlebih dahulu.

Itulah beberapa upaya untuk mencegah HIV menular dari ibu ke anak setelah di lahirkan. Penanganan bayi yang berisiko tinggi HIV memang memerlukan perhatian ekstra. Meskipun begitu, jika dilakukan dengan benar, si kecil akan dapat tumbuh dan hidup dengan normal dan sehat seperti pada umumnya.

Parenting Read More
manfaat ibu menyusui

Berkat Menyusui, Kehidupan Ibu Pun Semakin Mudah

Apakah pernah merasa khawatir hidup Anda semakin sulit karena harus menyusui bayi? Jangan cemas. Sebab ternyata, menyusui malah akan mempermudah kehidupan Anda dalam berbagai hal.

  • Bepergian

Bayi yang menyusui, terutama di bawah usia 6 bulan dan belum memulai MPASI, akan sangat mudah dibawa bepergian. Ibu menyusui tidak perlu repot membawa banyak perkakas atau perlengkapan menyusui, selain hanya popok dan kain lap, atau baju ganti. Bahkan banyak ibu menyusui yang tidak butuh tas berukuran besar.

Spontanitas dalam bepergian juga menjadi satu hal yang mudah bagi ibu menyusui, tanpa harus mengkhawatirkan porsi susu, botol bersih, hingga termos air dan banyak lagi. ASI juga membuat bayi lebih sehat, sehingga Anda tidak perlu khawatir membatalkan janji temu dengan teman atau acara sosial lainnya.

  • Tangan yang Lebih Bebas

Saat menyusui, salah satu tangan Anda selalu bebas. Jika menggunakan gendongan, Anda malah tidak perlu menopang bayi sama sekali. Jadi, ibu menyusui bisa bebas makan sambil menyusui bayi, berbicara ditelepon, atau melakukan aktivitas lain (kecuali memasak atau rutinitas berisiko lainnya).

  • Hemat Waktu

Ibu menyusui bisa merespons kebutuhan bayi secara langsung, sehingga bayi tidak perlu banyak menangis. Menyusui membutuhkan hampir nol persiapan, pembelian atau pembersihan. Penggunaan pompa ASI memang lebih merepotkan, tetapi hasilnya tetap akan sangat menguntungkan ibu dan bayi.

  • Istirahat & Relaksasi

Hormon menyusui bisa membuat ibu merasa lebih tenang dan rileks. Kegiatan menyusui bisa memberikan jeda yang dibutuhkan ibu setelah melahirkan, dan hormon yang menenangkan ini sangat membantu, jika Anda harus berhadapan dengan si sulung atau anak lain. Jika Anda sudah fasih, menyusui sambil tidur juga bisa dijalani tanpa banyak masalah.

  • Meredakan Penyakit

Menyusui memberikan nutrisi, hidrasi sekaligus kenyamanan untuk bayi yang sedang sakit. Seringkali, menyusui menjadi satu-satunya jalan agar anak yang sakit mau makan/minum. Anak yang menerima ASI juga cenderung lebih jarang dilanda dehidrasi, dan bisa ditenangkan dengan sesi menyusui yang nyaman.

  • Menurunkan Berat Badan

Menyusui akan membantu penyusutan rahim hingga ukuran sedia kala, sehingga perut ibu juga lebih cepat mengecil. Menyusui membutuhkan kalori ekstra, sehingga membantu proses penurunan berat badan walaupun tidak mengontrol asupan makanan.

  • Jeda Antar Kehamilan

Ibu menyusui secara ekslusif umumnya tidak akan mengalami menstruasi, sehingga kesuburan tubuh berkurang. Jadi, menyusui efektif untuk menjadi cara menunda kehamilan berikutnya.

  • Menghemat Pengeluaran

Ibu menyusui tidak perlu memusingkan biaya susu formula, KB atau perlengkapan menstruasi, biaya pengobatan, dan masih banyak lagi. Anda juga tidak perlu membuang susu yang tidak habis, dan bisa tetap menyimpan hasil pompa ASI karena kandungan antibakteri yang tahan pakai. Menyusui juga lebih ramah lingkungan karena tidak membutuhkan kemasan apapun.

  • Bayi Lebih Tenang

Bayi yang minum ASI cenderung memiliki kotoran yang tidak berbau. Selain itu, bayi ASI juga lebih tenang, jarang muntah maupun sembelit, karena tidak banyak angin yang ada di perutnya. Ia juga jarang mengalami ruam popok. Frekuensi dan kedekatan bayi saat menyusui ASI juga membantu sesi bonding antar ibu dan bayi.

  • Ibu Lebih Tenang

Ibu menyusui akan lebih tenang karena yakin bayi sudah mendapatkan ASI yang penuh nutrisi dan perlindungan. Tidak perlu khawatir jika mati lampu, kekurangan air minum atau cuaca buruk yang menghambat kebutuhan Anda. Bahkan saat terjadi bencana alam sekalipun, ASI tetap tersedia dan aman untuk dikonsumsi.

Parenting Read More
rasa tendangan bayi dalam perut

Bagaimana Rasanya Tendangan Bayi dalam Perut?

Banyak ibu yang baru hamil penasaran mengenai bagaimana rasanya tendangan bayi. Sebenarnya, bayi bergerak sejak awal sekali. Namun, sulit bagi ibu untuk merasakannya. Gerakan baru bisa dilihat sejak enam hingga delapan minggu kehamilan lewat bantuan USG.

Gerakan itu terlalu kecil, dan bunda biasanya baru merasakan di sekitar usia 20 minggu kehamilan. Jika gerakannya tak terasa, mungkin itu disebabkan posisinya. Beda jika ibu sudah pernah hamil, atau tinggal di tempat yang sangat tenang. Ibu mungkin bisa merasakannya pada usia 17 hingga 18 minggu.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah beberapa pertanyaan yang biasanya diajukan ibu hamil tentang tendangan bayi.

Bagaimana Rasanya Gerakan Bayi?

Sebagian besar ibu menggambarkan gerakan pertama bayi itu seperti getaran, mungkin seperti kepakan kupu-kupu. Gerakannya terlalu lembut sehingga ibu salah mengiranya sebagai gelembung gas. Lama kelamaan, barulah terasa seperti tendangan.

Antara 24 hingga 28 minggu kehamilan, gerakan itu menjadi kuat. Orang lain bisa merasakannya jika mereka meletakkan tangan ke perut ibu. Bahkan tonjolan siku atau kakinya bisa terlihat pada perut.

Apa yang Dia Lakukan Jika Bergerak?

Gerakan-gerakan pertama bayi adalah gerakan besar semacam merentangkan kaki dan tangan. Saat sistem sarafnya terbentuk, bayi mulai cegukan di sekitar usia 11 minggu. Ibu tak akan merasakan gerakan cegukan itu hingga lama kemudian.

Sebagian ibu bisa merasakan gerakan besar, seperti bayi berubah posisi. Jika terasa sodokan di tulang rusuk yang tiba-tiba menghilang, bisa jadi bayi dalam posisi melintang. Kepalanya lah yang menekan rusuk. Jika dia berbalik 180 derajat, sang bayi akan siap dilahirkan.

Sakitkah Ibu ketika Bayi Bergerak?

Wajar jika ibu kadang kesakitan saat bayi bergerak. Terutama jika tangan atau kaki bayi  menekan rusuk atau perut. Rasa sakit itu bisa terasa ringan ataupun tajam. Atau malah tidak terasa sama sekali.

Jika sulit membedakan apakah rasa sakit di perut atau dada itu gerakan bayi atau bukan, konsultasikan pada dokter. Anda perlu mengecek apakah itu ternyata gangguan kesehatan semacam emboli paru atau lepasnya plasenta (abrupsi plasenta).

Seberapa Sering Bayi Bergerak?

Awalnya, gerakan bayi hampir tak bisa dirasakan, namun sesekali terasa tanpa waktu yang menentu. Tetapi menginjak trimester tiga, gerakannya menjadi rutin. Jika gerakan berkurang, Anda bisa menghubungi dokter. Normalnya, minimal 10 gerakan bisa dirasakan dalam sehari. Ibu juga bisa berkonsentrasi selama satu jam, dan merasakan tiga hingga empat gerakan dalam satu periode itu.

Kapan Perlu Menghubungi Dokter?

Tendangan bayi kadang bisa diprediksi. Misalnya, ada yang lebih banyak gerak di pagi hari atau sebaliknya. Jika dirasa tak ada gerakan, coba berbaring menyamping dan meletakkan tangan pada perut. Jika terasa dua gerakan selama setengah jam, bisa jadi tak ada masalah.

Jika tak ada gerakan, segera hubungi dokter. Semakin besar kehamilan, semakin bayi sedikit bergerak karena ruang geraknya yang makin sempit.

Bagaimana Jika Bayi Sedikit Bergerak?

Bayi yang sedikit bergerak dapat mengindikasikan tanda plasenta tidak cukup memberikan asupan oksigen dan nutrisi. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan bayi, bahkan yang paling berbahaya adalah menyebabkan bayi lahir mati. Berkurangnya gerakan adalah sesuatu yang serius dan Anda harus segera memeriksakan diri.

Dokter perlu memeriksa detak jantung bayi dan menjalankan USG untuk memastikan plasenta berfungsi dengan baik. Yang terpenting apakah bayi dalam keadaan sehat.

Parenting Read More
penyebab umum keguguran

7 Penyebab Umum Keguguran yang Wajib Anda Waspadai

Pada umumnya, dokter menyarankan wanita yang ingin hamil untuk rutin memeriksakan kesehatan. Calon ibu juga bisa mulai minum vitamin pada 2-3 bulan sebelum pembuahan, mendapatkan vaksin, dan menjaga asupan gizi. Konsumsi alkohol, kafein, dan merokok harus dibatasi atau dihilangkan .

Tetapi, sekalipun sudah melakukan hal di atas, tak menutup kemungkinan terjadinya keguguran. Ada banyak sekali penyebab keguguran. Sebagian besar penyebab keguguran di luar kontrol manusia. Inilah beberapa penyebab keguguran yang paling umum.

1. Kelainan Kromosom

Penyebab utama keguguran adalah masalah kromosom pada sel telur ataupun sperma selama pembentukan embrio. Sebagian kecil kelainan kromosom masih bisa membuat bayi bertahan hidup, misalnya gangguan kromosom yang menyebabkan down sindrom. Tapi umumnya, kelainan kromosom membuat perkembangan terhenti.

Keguguran akibat hal ini lebih sering dialami wanita yang berusia di atas 35 tahun. Wanita di bawah usia 20 tahun punya 12-15 persen risiko keguguran. Kemudian meningkat dua kali lipat saat mendekati usia 40. Tetapi, faktor usia ayah juga menentukan. Tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah keguguran akibat kelainan kromosom.

2. Gangguan Tiroid

Gangguan tiroid, baik itu hipotiroid (hormon tiroid terlalu rendah) atau hipertiroid (terlalu tinggi) bisa menyebabkan masalah kesuburan. Bahkan menyebabkan sering keguguran.

Saat tiroid rendah, tubuh memproduksi hormon-hormon yang bisa menghambat pembuahan. Sebaliknya, jika tiroid terlalu tinggi, akan menghalangi estrogen bekerja. Akibatnya rahim tak bisa mengandung janin atau perdarahan yang tak normal pada rahim.

3. Diabetes

Wanita penderita diabetes tipe 1 (yang bergantung pada insulin) berisiko tinggi mengalami keguguran. Apalagi jika tidak benar-benar mengontrol keadaannya di trimester pertama. Selain keguguran, risiko lahir cacat juga meningkat. Karena itu, wanita dengan diabetes harus berada dalam pengawasan dokter.

Jika menderita diabetes dan ingin segera hamil, jalanilah perawatan dokter. Gangguan kesehatan kronis seperti diabetes, hipotiroid, hipertensi dan gangguan autoimun harus dikontrol dengan baik menjelang kehamilan.

4. Gaya Hidup

Gaya hidup yang salah juga menjadi penyebab utama keguguran. Misalnya, menggunakan narkoba, minum alkohol, dan merokok selama kehamilan. Kebanyakan wanita tidak tahu jika dirinya hamil hingga sekitar dua minggu setelah tak haid. Padahal ketika itu tulang belakang janin telah terbentuk, dan detak jantungnya telah terdengar.

Oleh karena itu, siapkan kehamilan dengan memperbaiki gaya hidup. Perbaiki diet, berolahraga, mengurangi stres, mengontrol gangguan kesehatan kronis, dan minum vitamin-vitamin kehamilan.

5. Komplikasi Fisik

Masalah fisik ibu juga bisa jadi penyebab utama keguguran. Misalnya, kelainan rahim semacam septum dan polip, atau lemahnya mulut rahim. Keguguran akibat komplikasi fisik ini biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga.

6. Gangguan Pembekuan Darah

Keguguran juga bisa disebabkan oleh gangguan pembekuan darah (misalnya Faktor V Leiden). Gangguan ini jarang terjadi, namun ada.

7.Gangguan Imunologi

Sebenarnya, hal ini masih menjadi perdebatan.  Namun, American College of Obstetricians and Gynecologists meyakini gangguan autoimun tertentu menyebabkan keguguran. Terutama keguguran yang berulang. Seperti penderita Lupus yang berisiko tinggi mengalami keguguran akibat antibodi antifosfolipid yang dimilikinya.

Waspadalah jika mengalami keguguran berulang, janin mati setelah berusia 10 minggu, atau melahirkan prematur sebelum 34 minggu. Anda disarankan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah mengalami sindroma antifosfolipid. Untungnya, ada beberapa perawatan yang bisa dijalani untuk mengurangi risiko keguguran.

Parenting Read More
perkembangan anak 20 bulan

Tips Mendukung Tahapan Perkembangan Anak 20 Bulan

Dalam perkembangan anak 20 bulan, ia akan semakin antusias dengan musik. Jika buah hati Anda senang mendengar, bergoyang, atau menyanyikan lagu, ini akan sangat baik untuk pertumbuhannya. Musik adalah salah satu cara terbaik untuk memperkuat jaringan saraf otak dan punya kaitan erat dengan kemampuan akademis seperti menghitung dan membaca.

Untuk terus mengasah perkembangan anak 20 bulan dengan musik, gunakan tips berikut ini:

  • Aktif memutar dan menyanyikan lagu populer anak-anak. Prioritaskan musik seperti memutar lagu, alih-alih melihat tayangan visual layaknya televisi atau gadget.
  • Sisipkan pelajaran dalam sesi bernyanyi riang, misalnya mengajarkan angka, huruf, anggota tubuh, dan semacamnya.
  • Ajak si kecil bermain alat musik dari mainan atau benda-benda dalam rumah.
  • Bukan cuma mendengarkan musik, ajak juga si kecil aktif bergoyang dan menari.
  • Mengajak anak bermain yang diselingi musik supaya tidak bosan.

Selain menyenangi musik, anak juga kian aktif dan butuh pengasuhan ketat. Jika ibu bekerja, maka Anda harus mencari cara agar anak tetap dirawat dan diasuh dengan tepat oleh orang lain, termasuk kakek nenek, anggota keluarga lain, pengasuh khusus, atau dititipkan di daycare atau pra-sekolah. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba saat mencari alternatif bantuan mengasuh anak:

  • Minta referensi daycare atau tenaga pengasuh dari teman, rekan kerja, atau kerabat, supaya Anda bisa mendapatkan tenaga pengasuh yang berkualitas
  • Saat mendapatkan tenaga pengasuh, ajukan pertanyaan seputar pengalamannya mengasuh anak balita, misalnya lama bekerja, riwayat kesehatan dan vaksinasi, cara bermain dengan anak, dan sebagainya.
  • Gunakan insting Anda saat mewawancarai calon tenaga pengasuh atau saat berkeliling melihat daycare. Jika perasaan Anda tidak yakin, coba cari lagi pilihan lain.
  • Sebelum meninggalkan anak dengan pengasuh baru, jelaskan kepada pengasuh cara merawat anak, rutinitas sehari-hari, jadwal anak, dan apa yang harus dilakukan saat darurat. Tinggalkan juga nomor telfon Anda untuk dihubungi.
  • Saat memilih daycare atau pendidikan pra-sekolah, coba perhatikan interaksi staf dengan anak-anak. Idealnya, setiap kelas harus memiliki rasio anak berbanding guru sebanyak 1:3.
  • Libatkan kakek dan nenek dalam perkembangan usia 20 bulan ini, termasuk untuk membantu memonitor tenaga pengasuh baru dan bermain dengan cucu.

Pada perkembangan anak 20 bulan, umumnya tidak akan ada banyak masalah perilaku anak yang serius. Beberapa kasus wajar seperti tidak ingin makan mungkin disebabkan karena anak sudah kenyang dan tidak ingin dipaksa. Sedangkan jika anak suka menjerit atau merengek, jangan gunakan hukuman fisik kepadanya. Orangtua dianjurkan untuk menerapkan timeout atau jeda sejenak supaya anak bisa berintrospeksi diri. Selain itu, singkirkan mainan atau ambil barang kesayangan bayi sebagai konsekuensinya. Cara-cara ini lebih aman dan efektif untuk menghentikan kebiasaan buruk bayi.

Parenting Read More
penyebab kudis pada anak

Penyebab Kudis pada Anak

Kudis (scabies) adalah penyakit kulit yang disebabkan tungau dengan nama latin Sarcoptes scabiei. Kutu berukuran mikroskopik ini biasa ditemui di sprei, pakaian, atau bulu binatang yang terjangkit kudis.

Kudis umumnya terjadi pada bagian kulit yang tipis, seperti sela-sela jari, lipatan pergelangan tangan, sikut, lutut, ketiak, dan kemaluan. Saat ini, penderitanya diperkirakan sebanyak 130 juta orang.

Jika tidak diobati, Sarcoptes scabiei bisa hidup di kulit manusia selama berbulan-bulan. Tungau tersebut membenamkan telur di lapisan kulit dan menyebabkan gatal serta bentol. Pada anak, yang tidak dapat mengontrol garukan saat gatal, kudis bisa berakibat lebih buruk, yaitu lecet dan luka bernanah akibat infeksi. Risikonya menjadi berlipat ganda jika penyakit ini menyerang anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau sedang terserang penyakit kronik.

Penyebaran tungai tersebut dapat berlangsung dengan berbagai cara. Mulai berpegangan tangan, berbagai pakaian, handuk, dan tempat tidur dengan orang yang terjangkit kudis. Penyebarannya tidak hanya dapat terjadi di rumah, tapi juga loker gym, sekolah, dan day care anak.

Karena sekilas terlihat sepele, cuma gatal-gatal, banyak orang menyepelekan kudis. Mereka beranggapan gatal akan hilang dengan sendirinya. Ini merupakan pandangan yang salah. Kudis hanya dapat disembuhkan lewat pengobatan.

Dokter akan memberikan obat yang  dapat membunuh tungau kudis serta menghancurkan telur-telurnya, yaitu obat oles permetrin. Jika lesi sangat luas, mungkin diperlukan obat minum ivermectin. Untuk mengurangi gatal, dokter dapat memberikan resep antihistamin yang biasa digunakan pasien alergi. Gatal akan tetap akan terasa hingga beberapa pekan, meski saat kutu telah hilang.

Anak yang terkena kudis bisa kembali bersekolah setelah beristirahat sehari. Namun, jika terjadi gangguan kulit yang luas, perlu dihindari kontak dengan anak lain di sekolah.

Karena tungau ini sangat mudah berpindah, pengobatan harus dilakukan serentak dalam satu keluarga atau orang yang tinggal serumah. Perlu juga upaya lain untuk menghabisi tungai menyebab kudis. Misalnya, mencuci semua baju dan seprei yang digunakan lima hari terakhir dengan air panas, lalu dijemur dan setrika. Sebelum dicuci, pakaian dan seprei tersebut dalam disimpan dalam kantong plastik selama tiga hari untuk mematikan kutu.

Parenting Read More
vaksin bcg sebabkan bisul

Mengapa Vaksin BCG Menimbulkan Bisul?

Vaksin BCG merupakan satu imunisasi wajib pada bayi dan anak-anak Indonesia, selain hepatitis B, polio, campak, dan DPT-HB-HiB. BCG, singkatan dari Bacillus Calmette-Guerin, melindungi kita dari tuberkolosis.

Vaksin BCG memiliki efek perlindungan terhadap tuberkolosis (TB) berat dan radang otak akibat TB. Vaksin ini tidak sepenuhnya efektif mencegah infeksi TB primer atau reaktivasi infeksi TB yang laten.

Fakta menarik dari vaksin BCG adalah bahannya dikembangkan dari bakteri yang menyebabkan tuberkolosis pada sapi. Namanya kuman Mycobacterium bovis. Manusia bisa tertular tuberkolosis sapi lewat kontak dengan hewan tersebut atau minum susu sapi yang terinfeksi bakteri TBC. Namun, manusia tidak bisa terjangkiti bakteri TBC sapi dari galur vaksin TBC karena bakterinya sudah dilemahkan atau dalam kondisi tak berdaya menimbulkan penyakit.

Vaksinasi BCG, yang disuntikan ke bawah kulit, kerap menimbulkan bisul atau luka bernanah. Layaknya pada proses infeksi alamiah, ini merupakan respon sistem imun tubuh terhadap masuknya zat asing, yaitu bakteri hidup.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, menganjurkan titik penyuntikan di lengan atas atau deltoid. Berdasarkan kesepakatan umum, lengan yang dipilih adalah lengan kanan. Bisul, luka, atau skar akan muncul di titik penyuntikan. Awalnya, akan timbul kemerahan di bekas suntikan, lalu muncul bisul yang berisi nanah. Setelah bisul itu mengering akan tersisa jaringan parut atau skar dengan diameter 2 sampai 6 milimeter setelah 3 bulan. Besarnya jaringan parut tergantung kekuatan sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan anak atau bayi masing-masing.

Bisul akibat vaksinasi BCG tidak berbahaya. Jika bisul hanya muncul di lokasi penyuntikan, orang tua tidak perlu panik atau melakukan tindakan tertentu. Bayi atau anak hanya perlu diperiksakan ke dokter jika terjadi bengkak parah, demam tinggi, nanah yang berlebihan (bisa akibat jarum suntik tidak steril). Sebab, reaksi tersebut bukan gejala normal pasca imunisasi BCG. Komplikasi tersebut kemungkinan terjadi akibat infeksi sekunder bakterial akibat penanganan yang tidak tepat. Misalnya pengolesan bahan yang tidak steril pada bekas luka penyuntikan.

Waktu munculnya reaksi bisul tersebut bervariasi. Biasanya antara 2 sampai 12 pekan. Jika, bisul nongol kurang dari satu pekan, kemungkinan besar anak atau bayi tersebut sudah terpapar kuman TB. Ini disebut reaksi cepat BCG atau accelerated BCG reaction. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Pembentukan bisul pasca imunisasi BCG tidak menjadi indikasi keberhasilan vaksinasi. Tanpa bisul, bukan berarti tidak terjadi kekebalan terhadap TBC bagi bayi atau anak tersebut. Anggapan yang salah banyak muncul seiring berkembangnya kabar maraknya vaksin palsu. Banyak yang mengatakan jika tidak terbentuk bisul atau jaringan parut pada anak, artinya vaksin yang digunakan palsu dan harus divaksinasi ulang. Itu anggapan yang keliru.

Parenting Read More
kondisi bayi sehat

Kondisi Kesehatan Bayi

Salah satu hal yang sering menjadi kekuatiran ibu adalah saat melihat popok bayi. Dalam keadaan normal, urin bayi tidak berwarna. Paling banter sedikit kekuningan. Namun, pada hari-hari tertentu, ibu bisa dikejutkan saat melihat warna lain usai mengganti popok bayinya.

Perubahan warna air seni bayi bisa menunjukkan gejala penyakit atau bayi kurang cairan. Tapi, jangan panik dulu. Ada baiknya ibu mengingat-ingat makanan yang baru dia konsumsi sebelum menyusui. Sebab, beberapa jenis makanan tertentu, misalnya suplemen vitamin C, bisa mengubah warna air susu ibu dan berpengaruh pada urin bayi, termasuk meninggalkan noda hijau, merah muda, dan oranye pada popok bekas pakai. Begitu juga ibu menyusui yang habis makan buah bit dan beri, bisa membuat urin bayinya merah.

Jika sudah memastikan tidak ada perubahan pada diet ibu, dan urin bayi terus menerus berwarna, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Berikut merupakan kondisi yang menjadi syarat wajib bagi orang tua untuk segera memeriksakan bayinya ke dokter:

  • Perubahan warna urine yang tidak dapat dijelaskan sebabnya dan tidak kunjung kembali normal.
  • Terdapat darah di urine, meski cuma sekali kemunculan.
  • Urine berwarna cokelat tua, feses berwarna pucat, kekuningan pada kulit dan mata.
  • Urine berwarna merah, merah muda, atau cokelat tua, tanpa perubahan makanan dan penggunaan obat-obatan.

Untuk mempermudah pemeriksaan, ibu bisa mencatat berbagai hal seputar urin berwarna tersebut. Misalnya, kapan mulai terjadi, apakah warnanya sama sepanjang hari, apakah berbau menyengat, apakah frekuensi buang air kecil menjadi lebih sedikit, apakah bayi baru mengkonsumsi obat, apakah bayi mengejan saat buang air, adakah demam, dan sebagainya.

Terdapat banyak kemungkinan yang membuat urine bayi tidak jernih. Pertama, urine terkonsentrasi. Hal ini bisa terlihat jika air seni bayi menjadi kuning tua dan berbau menyengat usai minum susu. Ini merupakan hal normal sepanjang hanya terjadi usai minum susu. Kalau terjadi terus-terusan, hubungi dokter.

Kedua, urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat tua. Air seni berwarna ini kerap dijumpai pada bayi yang baru berusia beberapa hari. Penyebabnya adalah kristal urat (uric acid crystals). Kristal tersebut dapat dirasakan di popok. Meski terlihat mengerikan, ini hal yang normal. Urin akan normal setelah bayi minum banyak air susu ibu pada lima atau enam hari pasca persalinan.

Jika urine merah atau cokelat muncul pada bayi berusia lebih dari enam hari, bisa jadi ada yang tak beres. Kemungkinannya adalah kelainan darah (seperti anemia hemolitik), goresan pada ginjal atau saluran kemih.

Ketiga, urin berwarna putih kental. Air seni yang seperti ini memiliki kemungkinan diagnosis yang luas dan pemeriksaan mendalam. Dokter baru dapat memastikan endapan mineral yang terkandung di air seni itu lewat analisis urine. Orang tua disarankan berkonsultasi dengan ahli ginjal anak untuk memastikan kondisi bayi lebih lanjut. Salah satu kemungkinan yang menyebabkan air urin bayi berwarna putih kental adalah infeksi saluran kemih. Probabilita lain adalah tuberkolosis.

Parenting Read More