penyebab umum keguguran

7 Penyebab Umum Keguguran yang Wajib Anda Waspadai

Pada umumnya, dokter menyarankan wanita yang ingin hamil untuk rutin memeriksakan kesehatan. Calon ibu juga bisa mulai minum vitamin pada 2-3 bulan sebelum pembuahan, mendapatkan vaksin, dan menjaga asupan gizi. Konsumsi alkohol, kafein, dan merokok harus dibatasi atau dihilangkan .

Tetapi, sekalipun sudah melakukan hal di atas, tak menutup kemungkinan terjadinya keguguran. Ada banyak sekali penyebab keguguran. Sebagian besar penyebab keguguran di luar kontrol manusia. Inilah beberapa penyebab keguguran yang paling umum.

1. Kelainan Kromosom

Penyebab utama keguguran adalah masalah kromosom pada sel telur ataupun sperma selama pembentukan embrio. Sebagian kecil kelainan kromosom masih bisa membuat bayi bertahan hidup, misalnya gangguan kromosom yang menyebabkan down sindrom. Tapi umumnya, kelainan kromosom membuat perkembangan terhenti.

Keguguran akibat hal ini lebih sering dialami wanita yang berusia di atas 35 tahun. Wanita di bawah usia 20 tahun punya 12-15 persen risiko keguguran. Kemudian meningkat dua kali lipat saat mendekati usia 40. Tetapi, faktor usia ayah juga menentukan. Tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah keguguran akibat kelainan kromosom.

2. Gangguan Tiroid

Gangguan tiroid, baik itu hipotiroid (hormon tiroid terlalu rendah) atau hipertiroid (terlalu tinggi) bisa menyebabkan masalah kesuburan. Bahkan menyebabkan sering keguguran.

Saat tiroid rendah, tubuh memproduksi hormon-hormon yang bisa menghambat pembuahan. Sebaliknya, jika tiroid terlalu tinggi, akan menghalangi estrogen bekerja. Akibatnya rahim tak bisa mengandung janin atau perdarahan yang tak normal pada rahim.

3. Diabetes

Wanita penderita diabetes tipe 1 (yang bergantung pada insulin) berisiko tinggi mengalami keguguran. Apalagi jika tidak benar-benar mengontrol keadaannya di trimester pertama. Selain keguguran, risiko lahir cacat juga meningkat. Karena itu, wanita dengan diabetes harus berada dalam pengawasan dokter.

Jika menderita diabetes dan ingin segera hamil, jalanilah perawatan dokter. Gangguan kesehatan kronis seperti diabetes, hipotiroid, hipertensi dan gangguan autoimun harus dikontrol dengan baik menjelang kehamilan.

4. Gaya Hidup

Gaya hidup yang salah juga menjadi penyebab utama keguguran. Misalnya, menggunakan narkoba, minum alkohol, dan merokok selama kehamilan. Kebanyakan wanita tidak tahu jika dirinya hamil hingga sekitar dua minggu setelah tak haid. Padahal ketika itu tulang belakang janin telah terbentuk, dan detak jantungnya telah terdengar.

Oleh karena itu, siapkan kehamilan dengan memperbaiki gaya hidup. Perbaiki diet, berolahraga, mengurangi stres, mengontrol gangguan kesehatan kronis, dan minum vitamin-vitamin kehamilan.

5. Komplikasi Fisik

Masalah fisik ibu juga bisa jadi penyebab utama keguguran. Misalnya, kelainan rahim semacam septum dan polip, atau lemahnya mulut rahim. Keguguran akibat komplikasi fisik ini biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga.

6. Gangguan Pembekuan Darah

Keguguran juga bisa disebabkan oleh gangguan pembekuan darah (misalnya Faktor V Leiden). Gangguan ini jarang terjadi, namun ada.

7.Gangguan Imunologi

Sebenarnya, hal ini masih menjadi perdebatan.  Namun, American College of Obstetricians and Gynecologists meyakini gangguan autoimun tertentu menyebabkan keguguran. Terutama keguguran yang berulang. Seperti penderita Lupus yang berisiko tinggi mengalami keguguran akibat antibodi antifosfolipid yang dimilikinya.

Waspadalah jika mengalami keguguran berulang, janin mati setelah berusia 10 minggu, atau melahirkan prematur sebelum 34 minggu. Anda disarankan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah mengalami sindroma antifosfolipid. Untungnya, ada beberapa perawatan yang bisa dijalani untuk mengurangi risiko keguguran.

Parenting

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*