Waspadai Gejala Defisiensi Protein C yang Sulit Dideteksi

Waspadai Gejala Defisiensi Protein C yang Sulit Dideteksi

Protein C merupakan protein yang diproduksi oleh hati dan dapat ditemukan dalam aliran darah dengan konsentrasi rendah. Protein C baru akan aktif ketika diaktifkan oleh vitamin K. Jika tubuh Anda mengalami kekurangan protein C, maka Anda mungkin menderita defisiensi protein C.

Defisiensi atau kekurangan protein C bisa menyebabkan pembekuan darah yang tidak normal atau kondisi lainnya yang lebih serius. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kerusakan pada vena atau arteri.

Kondisi ini adalah kondisi yang cukup langka. Beberapa penderita bisa sembuh dengan sendirinya tanpa harus melalui upaya pengobatan khusus. Tapi ada juga yang mengalami gejala serius dan harus segera diobati. 

Gejala defisiensi protein C

Dalam beberapa kasus, penderita tidak merasakan adanya gejala tertentu ketika tubuh mereka mengalami kekurangan protein C. Tapi, bila dibiarkan, kondisi ini juga bisa menyebabkan penggumpalan darah yang parah.

Penggumpalan pada darah bisa menyebabkan berbagai kondisi yang lebih serius. Gejala yang dialami oleh penderita berbeda-beda, tergantung pada komplikasi atau penyakit yang dialami akibat defisiensi protein C. 

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein C antara lain: 

  • Deep vein thrombosis (DVT)

DVT adalah kondisi serius yang terjadi ketika kurangnya kadar protein C menyebabkan penggumpalan darah di kaki, menimbulkan rasa nyeri, bengkak, dan perubahan warna pada area kaki.

Tidak hanya itu, DVT juga bisa terjadi bila penggumpalan darah terjadi pada otak. Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menjalar ke area tubuh lainnya, seperti paru-paru. Bila dibiarkan, paru-paru Anda bisa mengalami penyumbatan dan mengancam jiwa.

Gejala utama dari kondisi ini adalah rasa nyeri, pembengkakan, serta perubahan warna pada bagian kulit di area yang terkena.

  • Pulmonary embolism (PE)

PE juga merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya kadar protein C di dalam tubuh Anda. Gejala yang ditimbulkan berupa nyeri pada dada, demam, pusing, batuk, dan sesak napas.

Biasanya, PE terjadi setelah penderita defisiensi protein C mengalami DVT. Jika Anda mengalami PE, aliran darah ke paru-paru akan tersumbat dan berakibat fatal.  

  • Masalah kehamilan

Bagi Anda yang sedang hamil, kekurangan protein C bisa berdampak pada pembekuan darah baik di masa kehamilan maupun setelah persalinan. Bila kondisi ini terjadi setelah Anda melahirkan, resikonya akan menjadi lebih besar.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi obat pengencer darah. Akan tetapi, sebaiknya berhati-hati ketika akan mengonsumsi obat-obatan apa pun di masa kehamilan. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai keamanan penggunaan obat. 

  • Neonatal purpura

Neonatal purpura terjadi pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini terjadi apabila bayi yang baru lahir mengalami defisiensi protein C yang sangat parah dan bisa mengancam jiwa. 

Karena kurangnya protein C, bayi mengalami penggumpalan darah kecil di seluruh tubuh tepat setelah dilahirkan. Karena adanya gumpalan, aliran darah akan terhenti, menyebabkan kematian sel. 

Sebagian besar bagi yang mengalami kondisi ini tidak bisa diselamatkan. Bagi bayi yang bertahan hidup, mereka memiliki resiko tinggi untuk mengalami pembekuan atau penyumbatan darah di kemudian hari. 

Berdasarkan jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh defisiensi protein C, Anda akan merasakan gejala yang berbeda-beda. Apa pun gejalanya, segera konsultasikan apa yang Anda alami dengan dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*