Waspadai Gejala Penyakit Tidur yang Berbahaya

Pernahkah Anda mendengar penyakit tidur? Sleeping sickness atau penyakit tidur adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh parasit Typanosoma brucei. Penyakit tidur umumnya terjadi di benua Afrika meliputi tiga negara dengan angka kematian tertinggi yaitu Kongo, Sudan, dan Angola. Penyakit tidur bahkan digolongkan sebagai epidemi di benua Afrika. Anda perlu mewaspadai gejala yang muncul ketika terserang penyakit tidur sebab efeknya dapat membuat nyawa melayang.

Mengenal penyakit tidur

Parasit penyebab penyakit tidur, Typanosoma brucei, tidak hanya menginfeksi manusia saja namun juga semua hewan mamalia. Parasit ini terbagi dalam 2 jenis yaitu Typanosoma brucei rhodesiense dan Typanosoma brucei gambiense. Keduanya akan memunculkan efek infeksi yang berbeda. Typanosoma brucei rhodesiense lebih banyak ditemukan di Afrika timur. Parasit ini berkembang cepat sehingga seseorang yang terkena dapat meninggal hanya dalam hitungan bulan. Parasit Typanosoma brucei rhodesiense akan menyerang sistem saraf pusat. Sedangkan, Typanosoma brucei gambiense lebih banyak ditemukan di Afrika bagian barat. Parasit ini akan sulit dideteksi apabila telah menginfeksi sehingga jarang terjadi penanganan di tahap awal. Biasanya, Typanosoma brucei gambiense baru diketahui setelah sistem saraf otak terserang. Parasit ini akan ditularkan melalui perantara lalat Tsete. Orang yang terkena gigitan lalat Tsete sudah pasti akan mengalami penyakit tidur.

Gejala yang muncul

Kemunculan gejala penyakit tidur membutuhkan waktu 3 minggu setelah tergigit lalat tsese. Gejala yang muncul akan terbagi menjadi 2 tahapan yang tentunya berbeda. Pada tahap pertama, gejala-gejala yang muncul adalah seperti berikut ini.

  1. Ruam pada kulit dan gatal
  2. Sakit kepala, nyeri otot, dan badan lemas
  3. Berat badan menurun
  4. Terdapat masalah pada organ dalam seperti hati dan jantung
  5. Terjadi pembengkakan anggota tubuh karena penumpukan cairan
  6. Demam intermiten
  7. Detak jantung menjadi lebih dari 100 kali/menit
  8. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak dan selangkangan

Ketika memasuki gejala tahap kedua, maka penyakit tdur sudah mulai berbahaya bagi tubuh Anda. Beberapa gejala yang muncul pada tahap kedua adalah seperti berikut ini.

  1. Terjadi perubahan perilaku seperti gangguan bicara dan gangguan psikologis
  2. Berkurangnya kepekaan terhadap rangsangan
  3. Mengalami tremor dan adanya peningkatan tonus otot
  4. Gangguan makan atau anoreksia yang menyebabkan penurunan badan secara drastis
  5. Anak-anak umumnya menunjukkan gejala tambahan berupa kejang
  6. Hilang kesadaran hingga koma

Mencegah penyakit tidur

Jika Anda akan mengunjungi benua Afrika, ada baiknya Anda melakukan pencegahan agar tidak terkena penyakit tidur. Gigitan lalat Tsete harus dihindari sebisa mungkin. Berikut ini merupakan beberapa cara yang dapat Anda terapkan untuk mencegah penyakit tidur.

  1. Pasang kelambu ketika tidur agar terhindar dari gigitan lalat Tsete
  2. Hindari area semak-semak terutama pada siang hari
  3. Gunakan pakaian yang tebal agar lalat Tsete tidak dapat menggigit
  4. Hindari pakaian dengan warna terlalu gelap atau terlalu terang sebab dapat menarik perhatian lalat Tsete
  5. Periksa dan bersihkan kendaraan terlebih dahulu sebelum digunakan

Meski penyakit tidur lebih umum terjadi di Afrika namun tidak ada salahnya Anda mengetahui gejala serta cara mencegahnya. Apabila Anda baru mengunjungi benua Afrika dan menunjukkan gejala penyakit tidur, sebaiknya Anda segera ke dokter untuk melakukan pengecekan. Beritahukan mengenai riwayat perjalanan Anda sehingga dokter pun ikut lebih waspada bahwa ada kemungkinan terkena penyakit tidur. Sebab, bisa saja dokter menyimpulkan Anda menderita penyakit lain yang gejalanya mirip sebab di Indonesia sangat jarang ditemukan orang dengan penyakit tidur.  

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*