Yuk, Kenal Lebih Dekat dengan Ansiolitik!

Pernah dengar nama ansiolitik? Mungkin bagi beberapa orang nama tersebut tampak asing, tetapi bagi penderita kecemasan, ansiolitik bukanlah hal yang baru. Ansiolitik atau anxiolytics adalah obat anti kecemasan. Di mana kategori obat tersebut digunakan untuk kecemasan dan mengobati kemecasan yang terkait dengan beberapa gangguan kesemasan lainnya. 

ansolitik

Namun, obat ini cenderung bekerja agak cepat dan dapat membentuk sebuah kebiasaan. Oleh karena itu, biasanya hanya diresepkan untuk penggunaan jangka pendek saja. Dan, tidak direkomendasikan untuk orang dengan riwayat penyalahgunaan zat atau kecanduan. 

Jenis obat apakah anxiolytic?

Anxiolityc atau yang disebut juga anti kecemasan atau obat anti panik, merupakan obat untuk mengobati kondisi kesehatan yang disebut kecemasan. Jenis kecemasan yang membutuhkan pengobatan disebut generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum. 

Gangguan tersebut menyebabkan kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan, tekanan yang signifikan, dan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, gejala kecemasan yang muncul hampir setiap hari selama dan setidaknya enam bulan. Nah, gangguan ini dapat diobati dengan psikoterai dan obat-obatan, salah satunya adalah obat ansiolitik. 

Bagaimana obat ini bekerja?

Anxiolytic bekerja dengan menargetkan pembawa pesan kimiawi utama di otak. Hal ini dianggap dapat membantu mengurangi rangsangan abnormal yang terjadi pada otak. Beberapa anxiolytic yang sering diresepkan adalah benzodiazepine. Dan, berikut beberapa diantaranya:

  • Alprazolam (Xanax)
  • Chlordiazepoxide (Librium)
  • Clonazepam (Klonopin)
  • Diazepam (Valium)
  • Lorazepam (Ativan)

Kegunaan ansiolitik

Kegunaan yang paling utama pada obat ini sudah tentu untuk mengobati gejala gangguan kecemasan, termasuk GAD dan fobia sosial. Beberapa juga digunakan sebagai obat penenang sebelum anastesi untuk prosedur medis. 

Gangguan gejala kecemasan umum termasuk kekhawatiran atau ketakutan ekstrim yang berlangsung lebih dari enam bulan. Sedangkan untuk fobia sosial adalah ketakutan mendalam terhadap situasi sosial, seperti bertemu dengan orang baru atau berbicara dan tampil di depan umum. Nah, fobia ini dapat menyebabkan gejala fisik seperti keringat berlebih dan mual. Seiring berjalannya waktu, gangguan ini dpaat melumpuhkan dan menyebabkan isolasi sosial. 

Efek samping ansiolitik

Anxiolytic dapat menyebabkan kantuk dan pusing. Sedangkan efek samping lainnya termasuk tekanan darah rendah, pernapasan melambat, dan masalah dengan memori. Untuk penggunaan jangka panjang dapat memperburuk efek samping tersebut. Oleh karena itu, biasanya obat ini hanya diresepkan untuk jangka pendek saja. berikut efek samping lain dari obat ini:

  • Kebingungan 
  • Gejala ketergantungan
  • Sakit perut
  • Mual
  • Diare
  • Disfungsi seksual
  • Sakit kepala
  • Pikiran untuk bunuh diri
  • Peningkaan tekanan darah
  • Mulut kering
  • Sembelit
  • Hipotensi ortostatik
  • Denyut jantung meningkat
  • Denyut jantung tidak normal
  • Penambahan berat badan

Selain beberapa efek samping di atas, jika Anda menyalahgunakan obat ini dapat menyebabkan efek samping yang parah. Misalnya:

  • Kecanduan. Beberapa ansiolitik dapat membentuk sebuah kebiasaan. Mengonsumsi anxiolytic untuk waktu yang lama juga dapat menyebabkan toleransi obat, di mana setelah Anda menggunakan obat ini untuk waktu yang lama Anda membutuhkan lebih banyak obat untuk mendapatkan efek yang sama. 
  • Gejala putus obat. Jika Anda mengonsumsi obat ini dan ingin berhenti, periksakan dan konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Pasalnya, jika Anda berhenti secara tiba-tiba maka bisa mengalami kejang. Namun, jika Anda telah berkonsultasi dengan dokter, mereka dapat membantu Anda mengurangi obat secara perlahan. 
  • Penggunaan berlebihan. Jangan mengonsumsi obat ini lebih dari yang telah diresepkan. Overdosis pada obat ini dapat menyebabkan koma hingga kematian. 

Banyak jenis obat yang digunakan untuk mencegah dan mengurangi gejala kecemasan, salah satunya ansiolitik. Obat ini hanya boleh digunakan atas resep dokter dan untuk jangka pendek. Karena, penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko efek samping yang parah. 

Hidup Sehat

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*